Polisi Periksa Orangtua yang Diduga Siksa Anaknya di Manado

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 00:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 340 2261925 polisi-periksa-orangtua-yang-diduga-siksa-anaknya-di-manado-4Uf1gjiFTx.jpg Ilustrasi. (Foto : Shutterstock)

MANADO – Polresta Manado menangani kasus dugaan pemukulan terhadap seorang anak yang dilakukan oleh ayahnya, berdasarkan laporan dari kepala lingkungan (Pala).

Peristiwa tersebut terjadi 12 Agustus 2020 dan itu sempat viral di media sosial sehingga menarik perhatian masyarakat. Terduga pelaku berinisial DP (29) dengan korban anaknya RP (7).

"Oleh karenanya, dari Pala bertindak cepat melakukan pelaporan ke Polresta Manado dan sudah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan dengan orangtua laki-laki yang ada dalam video tersebut. Artinya orangtua laki-laki dari anak dengan inisial RP," Kata Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan, Kamis (13/8/2020).

Saat ini, kasus tersebut masih didalami apakah peristiwa yang terekam dan tersebar di media sosial itu merupakan peristiwa pidana atau bukan.

"Nah, ini nanti akan kita tindakl anjuti dengan memintan visum kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik pada anak. Apakah ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh dari anak akibat pemukulan tersebut," tutur Tommy.

Dari hasil pemeriksaan sementara keluarga tersebut dalam kondisi broken home. Ibu sang anak meninggalkan suami dan anaknya pergi ke Papua tanpa pamit.

"Saat ini kita telah melakukan pemeriksaan terhadap orangtua dan beberapa saksi tetangga juga kita coba interogasi untuk bisa menyimpulkan apakah perilaku orang tuanya ini betul-betul melakukan penyiksaan atau tidak," ujarnya.

Lebih lanjut Tommy mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) atau pemerhati anak.

Baca Juga : Viral Anak Ditendang Disuruh Belajar di Dapur, Pelaku Ngaku Hanya Bercanda

"Harapan kita juga masyarakat selaku tetangga ataupun teman-teman yang dekat dengan beberapa orang korban dalam hal ini anak agar bisa menjadi pionir untuk melaporkan kalau terjadi kekerasan yang diterima oleh anak dari orang tua yang sifatnya berlebihan," tutur Tommy.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini