Polisi Tangkap 2 Penyelundup 3 Jenazah WNI dari Kapal Ikan China

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 15 Agustus 2020 01:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 340 2262540 polisi-tangkap-2-penyelundup-3-jenazah-wni-dari-kapal-ikan-china-z3AAZEDk2K.jpg Polda Kepri menangkap 2 tersangka kasus TPPO dan penyelundupan jenazah WNI. (Foto : Sindonews/Dicky Sigit Rakasiwi)

BATAM – Ditreskrimum Polda Kepri menangkap J dan E, tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan 3 jenazah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal penangkap ikan asal China, Fu Yuan Yu 829. Ketiganya bekerja sejak Oktober 2019. Ketiganya dikabarkan meninggal dunia pada Agustus 2020 di kapal tersebut.

Kedua tersangka berasal dari PT SMB, yang melakukan perekrutan dan pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal. Polda Riau mengamankan keduanya karena melakukan pelanggaran prosedur kekarantinaan kesehatan yaitu melakukan penjemputan jenazah tanpa didampingi petugas yang berwenang.

Terlebih lagi keduanya menyembunyikan jenazah saat masuk ke Indonesia tidak mengikuti prosedur di masa pandemi Covid-19 yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

"Jadi PT SMB ini melakukan perekrutan dan pemberangkatan terhadap tiga orang yang diketahui telah menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)," ujar Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt S didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda kepri AKBP Dhani Catra Nugraha saat konferensi Pers di Mapolda Kepri, melansir Sindonews, Sabtu (14/8/2020).

Ketiga korban ini diberangkatkan ke Taiwan melalui Singapura pada Oktober 2019. Kemudian pada awal Agustus 2020, pihak keluarga korban mendapat informasi dari PT SMB bahwa para pekerja tersebut telah meninggal dunia.

"Jadi pada Senin (10/8/2020) akan dilakukan penyerahan terhadap tiga jenazah di Pelabuhan Batu Ampar yang diantar spead boat pancung dari kapal ikan asing yang berada di perairan out port limited (OPL) atau perairan lepas jalur internasional. Selanjutnya ketiga jenazah tersebut dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Batam," ujarnya.

Kabid Humas menambahkan, tim dari Ditreskrimum Polda Kepri kemudian menyelidiki informasi dari masyarakat tentang adanya pengiriman jenazah pekerja migran Indonesia melalui perairan di wilayah Kepri pada Selasa (11/8/2020).

"Hingga akhirnya pada Rabu (12/8/2020), tim mengamankan pengelola atau managemen dari PT SMB di salah satu hotel di Kota Batam," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, ketiga jenazah tersebut berinisial DAN beralamat di Donggala, Sulawesi Tengah. Jenazah kedua berinisial S dan M beralamat di Biruen, Aceh. Tim juga berhasil mengamankan dua orang tersangka atas kasus ini, yaitu inisial J yang merupakan Direktur dari PT SMB, dan E selaku Manager HSE di PT SMB.

"Ini sama dengan modus kejadian yang sebelumnya. PT SMB ini melakukan perekrutan dan pengiriman terhadap ketiga korban ini dan menempatkan para pekerja di kapal pencari ikan berbendera asing," ujarnya.

Barang bukti yang diamankan yaitu satu handphone milik tersangka, 3 buku pasport dan buku pelaut atau Seaman’s Book milik para korban/jenazah. Uang senilai Rp38.500.000 dan catatan berisi kronologi kematian korban.

Baca Juga : 2 WNI Korban Perdagangan Manusia di Kapal China Mengapung 7 Jam di Laut

"Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 4 jo Pasal 10 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp5 miliar jo Pasal 93 Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan jo pasal 181 KUHP," ujarnya.

Baca Juga : Bareskrim Tangkap Mandor Kapal Ikan China Penganiaya ABK WNI hingga Tewas

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini