Akun Medsos Bupati Majalengka Dibajak, Dipakai untuk Minta Dana Bantuan Covid-19

Fathnur Rohman, Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 525 2262189 akun-medsos-bupati-majalengka-dibajak-dipakai-untuk-minta-dana-bantuan-covid-19-HzMz0FnX3r.jpg

MAJALENGKA - Bupati Majalengka Karna Sobahi kaget atas pembajakan akun Facebook miliknya oleh orang tidak dikenal. Akun itu 'mencatut' namanya dan meminta sejumlah uang untuk dana bantuan Covid-19 kepada pengguna facebook lainnya.

Akun tersebut menggunakan nama dan foto Karna. Orang tidak bertanggung jawab ini meminta seseorang melalui pesan messenger, untuk mengirimkan sumbangan bantuan dana penanggulangan Covid-19 seikhlasnya.

"Saya sedang adakan acara baksos penggalangan dana buat bantu masalah Covid, mohon partisipasnya. Berikanlah bantuan dana semampunya saja," tulis akun yang mencatut nama Karna dalam pesan mesenggera.

Sementara itu, Karna sendiri sangat terkejut dengan adanya tindakan orang tak bertanggung jawab yang mencatut nama dan memakai foto dirinya. Sebab, sejumlah kolega dan pejabat di Pemkab Majalengka mengonfirmasi kebenaran kalau akun itu meminta sumbangan bantuan dana.

Baca Juga: UAS Tulis Virus Corona sebagai Real Radical, Akun Instagram Dibajak?

Karna mengatakan, bahwa akun @Kara Sobahi itu adalah akun facebook pribadinya yang sudah lama tidak ia gunakan. Ia sangat terkejut ketika mengetahui kalau akun tersebut dibajak orang tidak dikenal.

 

"Akun tersebut milik saya dan sudah sejak lama tidak pernah saya pergunakan lagi" kata Bupati dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (14/8/2020) pagi.

Oleh karena itu ia mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai jika ada pihak manapun yang meminta sumbangan atas nama dirinya melalui akun facebook tersebut. Pasalnya, ia sudah banyak mendapat keluhan perihal tindakan akun itu.

Baca Juga: Nomor Ponsel Dibajak, Ilham Bintang Jadi Korban Pembobolan Bank

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak menanggapi semua permintaan tersebut, karena itu bentuk penipuan," ujar dia.

Masih kata Karna, sampai saat ini ia hanya memberikan imbauan saja supaya masyarakat tidak menuruti permintaan dari akun yang menggunakan namanya itu. Ia belum melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisiaan.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini