Kisah Nasionalis Warga Berdarah Tionghoa, Kadang Dianggap Gila

Muzakir, iNews · Senin 17 Agustus 2020 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 340 2263359 kisah-nasionalis-warga-berdarah-tionghoa-kadang-dianggap-gila-zvA7RNivWO.jpg Muhammad Abu Bakar mengelorakan rasa nasionalis kepada warga/Foto: Muzakir-iNews

LOMBOK BARAT - Seorang keturunan Tionghoa berjuang meningkatkan rasa nasionalisme di tengah pandemi Covid-19. Dengan atribut unik bertema kemerdekaan dan bersepeda setiap hari selama 17 tahun, Muhammad Abu Bakar mengajak masyarakat lebih cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat menggelorakan kemerdekaan hampir setiap hari ditunjukan Abu Bakar, warga Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Ia berkeliling kota menggunakan sepeda ontel yang sudah dilengkap atribut kebangsaan.

Tidak hanya dalam rangka perayaan hari kemerdekaan saja, Abu Bakar setiap pagi mengayuh sepedanya menggunakan kostum layaknya seorang pejuang tempo dulu. Nuansa pejuang semakin kental karena dilengkapi aksesoris kemerdekaan dan Bendera Merah Putih.

"Setiap hari saya keluar menggunakan sepeda yang saya hiasi dengan Bendera Merah Putih untuk mengelilingi jalanan kota," kata Abu Bakar, Senin (17/8/2020).

sepeda unik

Sepeda yang digunakan, ia rakit sendiri dengan bermodal barang bekas. Untuk memberikan kesan santai dalam bersepeda, ia tak lupa menaruh alat musik berupa sound system yang tersambung mikrophone telepon genggam.

Ketika sepeda mulai melaju, lagu kebangsaan terdengar melaui pengeras suara. Ia berharap masyarakat mendengar lagu kemerdekaan Indonesia.

Bapak dua anak ini mengaku telah mengayuh sepeda yang dihiasi atribut kebanggan negara itu selama hampir 17 tahun. Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan budaya masyarakat yang semakin hari semakin tergeser oleh budaya barat.

"Ini salah satu cara saya untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme masyarakat dengan mengelilingi kota menggunakan sepeda. Dengan melihat saya menggunakan atribut begini, paling tidak warga bisa mengingat hari lahir Negara Indonesia," paparnya.

Niat mulia itu sering mendapat respon baik dari warga. Namun tak sedikit yang memberikan cemoohan dan bahkan dianggap gila oleh orang yang melihatnya.

Sepeda Unik 1

"Banyak orang menganggap saya gila melakukan aktivitas seperti ini. Tapi saya ambil positifnya saja karena memang saya itu betul-betul gila kemerdekaan. Bersepeda seperti ini, kita harus memiliki mentalnya harus besar," ungkapnya.

Abu Bakar mengingatkan, kemerdekaan Indonesia hendaknya tidak hanya dirayakan secara simbolis semata. Bangsa Indonesia harus menanamkan kemerdekaan dalam jiwa dan raga secara utuh.

"Melalui aktivitas, saya berharap warga dan khususnya pemuda bisa menanamkan rasa kebanggaan mereka terhadap simbol dan semangat kemerdekaan bangsa," Abu Bakar menambahkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini