JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (Monusco) kembali membuat harum nama Indonesia di kancah internasional.
Pasalnya, para prajurit TNI berhasil mengembalikan 32 orang milisi dari kelompok bersenjata Aigle Alleluya pimpinan Kalinde Takataka Rodantien ke masyarakat.
(Baca juga: Lagi! Aksi Prajurit TNI di Kongo Bikin Puluhan Milisi Bersenjata Bertekuk Lutut)
Sebelumnya, pasukan TNI yang menjadi pasukan perdamaian PBB ini juga berhasil menyelamatkan sandera seorang Warga Negara Amerika. Warga Negara Amerika itu diketahui bernama Sarah yang menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di Desa Ake, 10 kilometer dari SCD Lulimba, Kongo.
Dalam proses pengembalian milisi ke masyarakat juga disertai alat perang yang mereka miliki. Alat perang tersebut antara lain berupa 20 pucuk AK-47 beserta magazennya, 8 busur dan 15 buah anak panah.
“Poses penyerahannya dipimpin Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Hadrianus Yossy SB, mewakili Komandan Satgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja di hutan dekat Desa Lukengwe. Desa Lukengwe berada 32 kilometer Kalemie Utara Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, beberapa waktu lalu,” demikian keterangan Satgas Konga yang diterima redaksi, Selasa (18/8/2020).
Keberhasilan itu bermula saat dilaksanakannya kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) terpadu. Seperti pembuatan sarana olahraga lapangan sepak bola beserta alat penunjang lainnya yang diprakarsai oleh Kompi A, perbaikan jembatan oleh Kompi B, dan pembuatan toilet umum oleh Kompi C serta kegiatan lain di Desa Lukombwe.
Di tengah pelaksanaan kegiatan CIMIC, Kepala Desa Luhaka yang hadir pada kegiatan tersebut, memberikan informasi kepada Indo RDB bahwa ada kelompok milisi yang akan menyerahkan diri di sekitar Desa Lukengwe dan Desa Bakari. Berdasarkan informasi itu dengan cepat ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Markas Indo RDB melalui Kasi Intel Kapten Inf M. Assegaf.
Selanjutnya atas adanya laporan, Komandan Satgas memerintahkan pasukannya untuk melaksanakan Long Range Patrol (LRP) dengan menurunkan dua tim. Tim 1 dipimpin Kapten Inf M. Choriq dan Tim 2 dipimpin Kapten Inf Ihsan Hanafi sebagai pencari data dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Kerja keras dari tim LRP akhirnya dapat membuahkan hasil. Mereka dapat menyakinkan kelompok milisi untuk bersedia menyerahkan diri kepada Indo RDB Monusco dalam waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Keberhasilan tersebut merupakan persembahan anak negeri dalam rangka bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-75 Tahun dari para pasukan Garuda di Kongo.
Sekadar informasi, milisi yang menyerahkan diri merupakan kombatan FDLR dari Rwanda yang termasuk tokoh paling dicari oleh aparat RD Kongo. Perolehan tersebut hasil dari kerja keras yang selama ini terus ditingkatkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan mandat PBB yakni Protection of Civilian (POC).
Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Hadrianus Yossy mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit yang telah bekerja keras hingga membuahkan hasil dalam menjalankan misinya dengan baik. "Terus memberikan rasa aman dan nyaman serta memenangkan hati dan pikiran masyarakat serta kepercayaan kepada Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco," katanya.
Dia menuturkan, salah satu milisi yang menyerahkan diri menuturkan bahwa senjata tersebut pernah digunakan sebagai alat untuk merampok bahkan tak segan-segan untuk membunuh, apabila ada perlawanan dari masyarakat.
“Diserahkannya senjata para milisi ke Satgas RDB Monusco diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat baik saat ini maupun dimasa mendatang, sehingga misi menciptakan perdamaian tanpa adanya kekerasan dan kontak senjata serta pembinaan teritorial di wilayah binaan RDB Monusco dapat berhasil,” katanya.
Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB MONUSCO telah berhasil menurunkan milisi sebanyak 286 orang. Berikut alat perangnya yang terdiri daru 101 pucuk senjata api yang terdiri dari 95 pucuk jenis AK-47, 3 pucuk senjata api jenis FAL 3, 3 pucuk senjata api rakitan, 436 butir munisi tajam, Magasen 78 buah, Granat tangan 1 buah, Sangkur 1 buah dan Busur 83 buah serta anak panah 95 buah.
Sejumlah senjata yang telah diserahkan kepada personel Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB MONUSCO, diserahkan kembali kepada staf Monusco dalam hal ini Disarmament Demobilization Reintegration (DDR). Tujuannga untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.