Satgas Nemangkawi Tembak Mati Pimpinan KKB Papua Hengky Wamang

Chanry Andrew S, iNews · Selasa 18 Agustus 2020 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 340 2263606 -pOtP0Nnrat.jpeg Hengky Wamang (Foto : Polda Papua)

JAYAPURA - Pasukan gabungan Kepolisian RI (POLRI) dan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawai berhasil menembak mati Hengky Wamang yang merupakan pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Hengky Wanmang dalam suatu operasi penindakan keamanan saat melakukan penggrebekan di markas Hengky Wamang, di wilayah kali kopi, Timika, Papua, Minggu 16 Agustus 2020, sekira pukul 05.00 WIT.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menjelaskan, operasi yang dilaksanakan tersebut melibatkan sebanyak 196 personel gabungan TNI-Polri.

"Melaksanakan infiltrasi darat oleh pasukan gabungan TNI-Polri dengan sasaran Markas Kalikopi mulai tanggal 12 Agustus 2020 melalui rute dan koordinat sesuai dengan rencana operasi dan tiba di markas Kalikopi pada tanggal 16 Agustus 2020, Identitas tersangka Hengky Wanmang meninggal dunia," jelas Irjen Paulus Waterpauw dalam keterangannya kepada wartawan, Senin 17 Agustus 2020.

Lanjut Waterpauw mengatakan, pihaknya mengonfirmasi bahwa yang tewas dalam operasi tersebut adalah Hengky Wanmang. Hal ini berdasarkan pencocokkan profil Hengky Wanmang dengan tersangka kelompok KKB yang telah ditangkap sebelumnya.

"Telah dikuatkan berdasarkan pencocokan atribut yang digunakan, hasil identifikasi profil Hengky Wanmang dan pencocokan keterangan tersangka yang sudah diamankan sebelumnya dengan cara menunjukkan foto Hengky Wanmang alias Hengky Uanmang," ujar Waterpauw.

Waterpauw menjelaskan, dalam operasi tersebut tim gabungan terkedala kondisi medan dan kontur pegunungan, lembah dan hutan yang lebat. Selain itu, pasca dilakukan penegakan hukum, beberapa pasukan KKB yang sebelumnya berada di markas Kalikopi ada yang berhasil melarikan diri secara terpisah.

"Kemudian, pada saat pasukan gabungan TNI-Polri ditarik dari titik bongkar menggunakan helikopter, dari arah atas markas Kalikopi terdengar suara tembakan sebanyak 2 kali sehingga tim memutuskan untuk tidak kembali melakukan evakuasi Hengky wanmang," katanya.

Dalam operasi ini, tim gabungan mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sejumlah senjata api berikut amunisi dan peralatan lainnya.

Baca Juga : Monumen Palagan Lengkong, Saksi Bisu Gugurnya Mayor Daan Mogot

Tim gabungan TNI-Polri falam operasi bersandikan 'Operasi Nemangkawi' ini menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sejumlah senjata api hingga uang tunai dalam pecahan Rupiah dan Dolar Singapura hingga Ringgit Malaysia.

"Tim gabungan TNI-Polri berhasil melakukan penindakan terhadap anggota KKB Makodap III Timika, pada Minggu 16 Agustus 2020 pukul 6 dengan menembak mati satu anggota KKB bernama Hengki Wamang (31)," ujar Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw di Mapolda Papua, Jayapura, Senin 17 Agustus 2020.

Dalam keterangan pers ini, Paulus didampingi Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Adaribab dan Kabinda Papua Mayjen TNI Haris Napoleon.

Kapolda mengatakan bahwa Hengky Wamang merupakan pimpinan KKB Kodap III Timika, menggantikan Kelik Kwalik yang meninggal pada 16 Desember 2009.

"Jadi setelah Kelik Kwalik meninggal 2009, Hengky Wamang ini menjadi pemimpin KKB wilayah Timika sampai Tembagapura," ujar Paulus Waterpauw.

Kapolda menjelaskan kronologis kejadian diawali pada Kamis (13/8) Tim gabungan TNI-Polri melakukan penyelidikan di Markas KKB Kalikopi, di mana pasukan dibagi 3 kelompok dengan 3 sasaran yakni markas Kalikopi baru, Kalikopi lama dan Markas Baru Amako. Kemudian pada Minggu (16/8/2020) pukul 06.00 WIT, tim gabungan masuk di Markas Kalikopi dan melumpuhkan satu anggota KKB atas nama Hengky Wamang dalam kondisi meninggal dunia.

"Kemudian Tim melakukan penyisiran di sekitar TKP dan berhasil menemukan barang bukti selanjutnya diamankan ke Mako Brimob B Timika," tambahnya.

Sejumlah barang butki KKB Papua disita petugas (Foto : Polda Papua)

Dalam penyergapan ini, tim gabungan mengamankan sejumlah barang bukti. Berikut daftar barang bukti tersebut:

- 1 (satu) pucuk Senjata Api Rakitan

- 1 (satu) pucuk Sejata Api Jenis Revolver

- 1 (satu) buah Air Sotf Gun Merk JERICHO

- 381 (tiga ratus delapan puluh satu) butir peluru tajam berbagai kaliber.

- 28 (dua puluh delapan) Butir Peluru Karet Cal 5.56 MM

- 1 (satu) buah Magasen Air Soft Gun bertuliskan CAL 4,5 MM

- 4 (empat) buah Magasen SS1

- 1 (satu) buah Magasen AK 101

- Uang tunai senilai Rp 22.467.100 (Dua Puluh Dua Juta Empat Ratus Enam Puluh Tujuh Rupiah)

- 1 (satu) lembar Uang Dolar Singapura Pecahan $2

- 1 (satu) lembar Uang Ringgit Malaysia Pecahan RM1

- 3 (tiga) lembar bendera bintang kejora

- 7 (tujuh) buah HP SAMSUNG Android

- 3 (tiga) buah HP VIVO Android

- 1 (satu) buah HP OPPO Android

- 5 (lima) buah HP Nokia

- 1 (satu) buah HP Samsung

- 1 (satu) buah HP ICERI

- 1 (satu) buah HP ALDO

- 3 (tiga) buah Kampak

- 9 (Sembilan) buah Parang

- 9 (Sembilan) buah Dompet

- 3 (tiga) buah Senapan Angin

- 18 (delapan belas) buah Bagian Senapan Angin (Pompa)

- 1 (satu) buah Teropong merk SHARP

- 1 (satu) bauh Senter Merk SWAT POLICE

- 1 (satu) buah Senter Merk VANSLAR

- 2 (dua) buah Buku Tabungan Bank Mandiri An. APIAR KUM

- 1 (satu) buah ATM Bank Mandiri dan berbagai dokumen lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini