Viral Anggota Babinsa Jadi Guru Keliling Suku Anak Dalam

Nanang Fahrurozi, iNews · Selasa 18 Agustus 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 340 2263818 viral-anggota-babinsa-mengajar-keliling-di-kebun-sawit-suku-anak-dalam-rGEmZVsw4j.jpg Iptu Gino Raharjo rela meluangkan waktunya untuk mengajari anak-anak pedalaman (foto: iNews)

JAMBI – 75 tahun sudah bangsa Indonesia merdeka. Namun, masalah kemiskinan dan pengangguran masih saja menyelimuti negeri ini. Banyak masyarakat yang belum merasakan dan menikmati arti merdeka yang sesungguhnya.

Seperti yang dialami anak-anak suku minoritas yang ada di Provinsi Jambi yakni Suku Anak Dalam. Karena kemiskinan, banyak anak-anak Suku Anak Dalam yang tidak mengenyam pendidikan. 

Itulah yang menjadi alasan mengapa Peltu Gino Raharjo, anggota Kodim 0420 Sarko merelakan waktu dan tenaganya untuk berkeliling kampung di perkebunan kelapa sawit demi memberikan pelajaran ke anak-anak Suku Anak Dalam di Jambi. 

Peltu Gino Raharjo mengaku berinisiatif ingin mengubah nasib anak-anak pedalaman dari kebiasaan berburu dengan belajar setiap harinya. Ini ia lakukan lantaran miris melihat kondisi anak-anak di pedalaman Suku Anak Dalam yang belum sempat mengenyam pendidikan.

 suku anak dalam1

“Saya hanya ingin mengubah kebiasaan hari-harinya yang biasa berburu, dengan memberikan pelajaran baca tulis setiap hariya, walaupun harus jemput bola dari kebun ke kebun,” kata Iptu Gino.

Baginya, tidak peduli capek, apalagi harus keluar masuk perkampungan, menembus perkebunan kelapa sawit. Harus juga berkeliling mencari anak-anak yang berkeliaran dan berburu di kebun sawit untuk diajarkan membaca dan berhitung. 

suku anak dalam2 

“Saya berharap di kemudian hari, taraf kehidupan mereka akan lebih baik dari yang sekarang ini, dan mengenali ke mereka bahsa bangsa Indonesia sudah merdeka,” tutur Gino yang mengaku mengajar anak-anak Suku Anak Dalam ini selama 2,5 tahun.

Seperti diketahui, saat ini suku minoritas di Jambi yakni warga Suku Anak Dalam tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, dan hingga saat ini kehidupan mereka masih sangat jauh dari kata merdeka.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini