Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Klaster Pernikahan Mengintai, Satu Kampung di Sukoharjo Di-lockdown

Solopos.com , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2020 |11:46 WIB
Klaster Pernikahan Mengintai, Satu Kampung di Sukoharjo Di-<i>lockdown</i>
ilustrasi (foto: Solopos)
A
A
A

SUKOHARJO – Klaster pernikahan tengah marak di Desa Lawu, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Akibatnya, 35 keluarga dalam satu rukun tetangga atau RT harus menjalani karantina selama 14 hari.

Hal itu setelah lima warga setempat terkonfirmasi positif Covid-19. Kelima warga tersebut merupakan satu keluarga yang terpapar virus corona dari klaster pernikahan.

Camat Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Sumarno mengatakan sejauh ini pemerintah Desa Lawu terus menyuplai logistik bagi warga di RT tersebut.

"Ada sekitar 35 keluarga dalam satu RT yang dikarantina di Desa Lawu karena lima orang warga positif corona dari klaster pernikahan," kata dia kepada Solopos.com, Selasa (18/8/2020).

Sumarno menceritakan awal mula munculnya klaster pernikahan di Desa Lawu, Nguter, Sukoharjo, diketahui saat salah satu orang tua dari mempelai perempuan sakit dan dirawat di rumah sakit di Jakarta. Orang tua ini sakit setelah menghadiri ijab kabul anaknya di Desa Lawu, Nguter pertengahan Juli lalu.

"Orang tuanya ini sakit dengan gejala virus corona seperti demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Lalu orang tua ini meninggal dunia dan hasil swab keluar ternyata positif corona," katanya.

Tes Swab Delapan Orang

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement