Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kang Emil: Jangan Tanya Apa yang Negara Bisa Berikan untuk Kita

CDB Yudistira , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2020 |11:20 WIB
Kang Emil: Jangan Tanya Apa yang Negara Bisa Berikan untuk Kita
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto: Juhpita Dewi
A
A
A

BANDUNG – Pada momen perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta warga untuk secara maksimal memberikan sumbangsing kepada negara, jadi bukan hanya sekadar menagih kewajiban negara kepada rakyat.

"Jangan tanya apa yang negara bisa berikan untuk kita, tapi tanyalah apa yang bisa kita berikan untuk negara," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu, mengatakan bangsa Indonesia saat ini tengah diuji oleh pandemi virus corona (Covid-19)

"Di masa pandemi ini, sebagai bangsa yang besar kita diuji jati diri kita, apakah kita dapat bersatu padu membawa bangsa ini bangkit dari keterpurukan, kesehatan, ekonomi yang menghantam kita semua. Jangan biarkan pudar, modal sosial bangsa kita berupa semangat persaudaraan, semangat gotong royong dan semangat solidaritas," ucapnya.

Kang Emil mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan berkumpul dengan semangat kebangsaan yang tinggi pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:  Ridwan Kamil : Covid-19 Ujian Kepemimpinan

Menurutnya, setiap warga sepatutnya saling peduli dan menolong sebab sebagian sudah masuk kategori miskin akibat menurunnya pendapatan. Belum lagi kemiskinan muncul sebagai efek dirumahkan atau kena PHK. Intinya, setiap warga harus memberi yang terbaik bagi negerinya.

"Banyak saudara kita yang masuk kategori miskin, berkurang drastis pendapatannya, dirumahkan, bahkan hilang pendapatan karena pemutusan hubungan kerja dalam situasi seperti ini. Ibu pertiwi memanggil kita untuk bisa memberikan yang terbaik, apa yang ada pada kita dan dari apa yang kita miliki," ujarnya.

"Bangsa kita sedang menghadapi ujian akibat pandemi Covid-19, ini berdampak multidimensi baik kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Pertumbuhan ekonomi Jabar minus terkoreksi minus 5,9 persen, namun masih lebih baik kondisi ini dibanding wilayah dan negara lain yang mengalami kontraksi, contohnya Uni Eropa di bawah 14 persen," katanya.

(Abu Sahma Pane)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement