Cerita Penetapan Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Jadi Kota Cirebon

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 20 Agustus 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 525 2265093 cerita-penetapan-tanggal-1-muharram-sebagai-hari-jadi-kota-cirebon-lDINwb4ZW4.jpg Balai Kota Cirebon (foto: Wikipedia)

CIREBON - Hari jadi Kota Cirebon, Jawa Barat terbilang unik. Sebab, di Indonesia hanya Kota Cirebon saja yang menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai tanggal hari jadinya. Saat ini, Kamis (20/8/2020) atau bertepatan dengan 1 Muharram 1442 Hijriyah, Kota Cirebon, Jawa Barat genap berusia 651 tahun.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber, penetapan tanggal 1 Muharram sebagai hari jadi Kota Cirebon mengacu pada Perda 24/1996 Tentang Hari Jadi Kota Cirebon. Dalam Perda itu, peristiwa pembukaan pedukuhan Cirebon yang tercatat pada tanggal 1 Muharam 791 Hijriyah ditetapkan sebagai awal mula berdirinya Kota Cirebon.

Bila dibandingkan dengan kota atau kabupaten di Indonesia, hanya Kota Cirebon yang menggunakan penanggalan Hijriyah untuk menghitung hari jadinya. Sehingga, hari jadi Kota Cirebon akan selalu dirayakan setiap tanggal 1 Muharram.

Budayawan sekaligus Ketua Dewan Kesenian Kota Cirebon, Akbarudin Sucipto menjelaskan, tanggal 1 Muharram mulai ditetapkan sebagai hari jadi Kota Cirebon sejak tahun 1970-an. Kala itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon berinisiatif membuat payung hukum atau peraturan daerah untuk menetapkan hari jadi Kota Cirebon.

Menurutnya, sumber primer yang dijadikan sebagai rujukan DPRD Kota Cirebon untuk menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari jadi Kota Cirebon, adalah catatan-catatan yang ditulis oleh Pangeran Suleman Sulendraningrat.

"Naskah yang dijadikan sebagai sumber rujukan untuk membaca Cirebon masa lalu itu, dari koleksi naskah Kaprabonan, yang saat itu tahun 70-an ada Lembaga Kebudayaan Cirebon, ketuanya Pangeran Lukman, meninggal, kemudian diteruskan oleh sekertarisnya Pangeran Suleman Sulendraningrat," kata Akbar kepada Okezone, Kamis (20/8/2020).

Akbar melanjutkan, naskah yang ditulis oleh Pangeran Suleman Sulendraningrat kemudian dijadikan sebagai rujukan dasar pembuatan Perda itu. Kendati demikian, ia menyebut kalau naskah itu sebenarnya tidak relevan bila dijadikan sebagai sumber primer penetapan hari jadi Kota Cirebon.

"Ketika yang dipakai rujukan adalah naskah Babad milik Pangeran Suleman Sulendraningrat, ketika dikonversi antara tahun Saka, Masehi, dan sebagainya ternyata ada selisih tahunnya. Ada selisih tahun antara Masehi dan Hijriyah," ujar Akbar.


Penemuan Naskah Kuno di Cirebon

 

Sekitar tahun 1970-an DPRD Kota Cirebon mulai menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari jadi Kota Cirebon. Keputusan itu diambil setelah melakukan kajian terhadap naskah yang ditulis oleh Pangeran Suleman Sulendraningrat.

Diceritakan Akbar, sebetulnya ada satu naskah atau manuskrip Cirebon yang bisa dijadikan sebagai rujukan utama untuk menetapkan tanggal hari jadi Kota Cirebon. Naskah itu adalah Carita Purwaka Caruban Nagari yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon pada tahun 1720 Masehi.

Naskah tersebut, kata dia, dianggap oleh sejarawan sebagai sumber primer untuk menentukan kapan awal mula Cirebon didirikan. Namun, sambung Akbar, naskah ini belum ditemukan saat DPRD Kota Cirebon ingin menetapkan tanggal hari jadi Kota Cirebon.

"Ketika itu naskahnya belum ditemukan. Cuman terlanjur naskah Pangeran Suleman Sulendraningrat yang dijadikan rujukan," jelasnya.

Akbar menuturkan, masih sekitar tahun 1970-an naskah Carita Purwaka Caruban Nagari dan naskah-naskah penting lainnya akhirnya ditemukan. Naskah-naskah tersebut ditemukan di tempat penjualan barang bekas (rongsok) di daerah Bagongan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

"Ceritanya dramatis. Jadi naskah-naskah kuno itu ditemukan ditukang rongsok. Hampir mau dijual," ucapnya.

Harapan Dihari Jadi Kota Cirebon Ke-651

Dihari jadi Kota Cirebon ke-651, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis berharap, pihaknya bisa menggerakkan kembali dinamika kehidupan masyarakat Kota Cirebon di masa pandemi Covid-19. Utamanya disektor ekonomi.

Ia menambahkan, dengan semangat membangun bersama maka agenda-agenda penting terkait program prioritas ‘bersih, hijau dan tertib’ untuk Kota Cirebon, yang sempat tertunda tahun ini kembali dirancang ulang.

"Kita semua tahu, pandemi Covid-19 membuat APBD Kota Cirebon mengalami banyak penyesuaian," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini