Hidayat juga menyampaikan, akad kredit massal KPR Sejahtera yang dimulai dari tanggal 1 – 25 Agustus 2020 dengan diikuti calon debitur sebanyak 16.180 yang terdiri dari 10.917 unit SSB dan 5.263 unit FLPP, yang disalurkan melalui 13 Bank pelaksana dengan rincian akad sebanyak 6.559 yang telah dilakukan pada tanggal 1-24 Agustus 2020.
"Khusus hari ini akan kita saksikan bersama akad kredit massal KPR Sejahtera sebanyak 9.621 di 144 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan jumlah tersebut, menjadi titik balik keberhasilan sektor perumahan di tengah Pandemi yang menyebabkan penurunan di berbagai sektor," tutur Hidayat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono mengungkapkan pameran ini bertujuan memberikan relaksasi kepada masyarakat. Ia mendukung relaksasi regulasi dalam rangka pelayanan tapi tidak untuk relaksasi kualitas rumah. Kualitas perumahan dan pengemabangan adalah bagian dari tugas Kementrian PUPR.
“Saya sangat mendukung relaksasi pelayanan yang mempermudah dan mempercepat tapi tidak untuk relaksasi kualitas perumahan,” ujar Menteri Basuki.
Ia menambahkan bahwa ada hak-hak konsumen masih ada yang belum diketahui. Terutama tentang bantuan uang muka Rp4 juta dari pemerintah yang diperuntukkan bagi konsumen.
“Jadi dalam rangka akad rumah ini sampaikan ke konsumen bahwa mereka mendapat hak uang muka 4 juta, termasuk bunganya 5%,” ungkapnya.