Sedangkan untuk korban sendiri, Miswanto tak begitu kenal. Meskipun dia tahu jika korban HY adalah pacar gelap Nizar. Disebutkan, perawakannya kecil dan selalu mengenakan jilbab jika datang ke kontrakan.
"Saya enggak tahu persis kalau pacarnya, karena sepintas-sepintas aja lihatnya. Kalau dateng pakai jilbab, perawakannya agak kecil," imbuhnya.
Diceritakan Miswanto, sebenarnya M Nizar tinggal seorang diri di kontrakan itu. Tapi satu bulan belakangan, ada rekan seprofesi Nizar bernama Sigit yang ikut tinggal menemani. Pada Senin 24 Agustus 2020 pagi, Sigit terlihat kebingungan lantaran kunci kontrakan dibawa pergi Nizar.
"Sebulan ini ada temannya ikut tinggal di situ. Senin kemarin temannya nyariin kunci, mungkin dibawa Nizar. Jadi dia mau salin segala macem bingung. Hari itu kita udah nyium bau sebenernya," tuturnya.
Pada Selasa 25 Agustus 2020 malam, atas laporan Ketua RT pihak kepolisian mendatangi lokasi. Setelah pintu didobrak, bau busuk kian santer tercium. Setelah dicek ke bagian dalam kontrakan, barulah diketahui ternyata sumber bau dari dalam kardus yang berisi jasad korban.
Di lokasi terlihat, sejumlah personil polisi berpakaian preman dari Polda Metro Jaya dan Polsek Pamulang masih berada di lokasi kejadian. Pintu kontrakan Nizar, telah dipasangi garis polisi. Sementara M.Nizar yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan, masih dalam pencarian polisi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.