Hingga Agustus Tahun Ini, 200 Ha Lahan Terbakar di Jambi

Azhari Sultan, Okezone · Kamis 27 Agustus 2020 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 340 2268538 hingga-agustus-tahun-ini-200-ha-lahan-terbakar-di-jambi-n85ZtPPDAn.jpg Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI M Zulkifli. Foto: Azhari Sultan.

JAMBI - Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Brigjen TNI M Zulkifli mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus dilakukan. Hasilnya pada 2020 ini lahan yang terbakar tidak lebih dari 200 hektare, jauh lebih sedikit dibanding kasus tahun lalu.

"Untuk yang terbakar saat ini, ya lahan-lahan kecil, milik perorangan yang dipergunakan untuk bertani. Jadi ke depan masyarakat harus paham bahaya membakar lahan," ujanrya pada Kamis (27/8/2020).

Sebagai perbandingan, pada 2019 sekitar 11.376 hektar lahan terbakar, sedangkan pada 2020 tidak lebih dari 200 hektare.

Menurutnya, patokan satu wilayah, termasuk Jambi lolos dari bencana karhutla dapat dilihat dari respons masyarakatnya.

Baca Juga: Antisipasi Karhutla, Ribuan Personel Gabungan Dikirim ke 254 Desa Rawan 

"Sukses tidaknya penanganan karhutla itu dilihat dari respons dari masyarakatnya. Jika masyarakat menilai kebakaran sudah tidak ada dan aktivitas tidak terganggu, artinya tim kita yang sudah di lapangan beberapa bulan ini sukses menanggulangi karhutla ini," tutur ZulkIfli.

Namun demikian, dirinya tidak menampik bahwa faktor cuaca turut membantu penanganan karhutla pada 2020 ini.

"Selain koordinasi semua pihak berjalan baik, penanganan karhutla tahun 2020 ini dibantu faktor cuaca yang sering terjadi hujan," tukasnya.

Secara prosedural, kata Zulkifli, sejumlah perusahaan di Jambi telah mengikuti aturan. Hal tersebut diketahui setelah dirinya bersama seluruh Babinsa di wilayah masing-masing melakukan pengecekan ketersediaan alat pemadam kebakaran

Baca Juga: Polda Jambi Amankan 4 Pelaku Karhutla

"Jadi kita hanya akan memantau dan mengontrol kondisi dari alat di setiap perusahaan tersebut. Kita lihat standarisasinya, apakah layak guna atau tidak," ungkap Zulkifli.

Selain itu edukasi terhadap masyarakat ke depannya dirasa sangat penting. "Untuk itu masyarakat harus mendapat edukasi tentang bahaya pembukaan lahan dengan membakar," pungkasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini