Viral Bayi Meninggal Diduga karena Salah Obat, Ini Klarifikasi Dinkes

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 519 2269054 viral-bayi-meninggal-diduga-karena-salah-obat-ini-klarifikasi-dinkes-iWqEwAH9e3.jpg Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pudjiningrum kunjungi keluarga bayi yang meninggal. Foto: dok.Dinkes Bojonegoro

BOJONEGORO - Suatu unggahan di media sosial Twitter membuat heboh lantaran menyebut ada penanganan yang diduga salah di Puskesmas Purwosari Bojonegoro.

Akun twitter @AllayBie menggugah beberapa thread yang berisikan keluhan penanganan pasien bayi yang notabene adalah keponakannya sendiri, Kamis 27 Agustus 2020.

Dalam unggahannya akun @AllayBie mengisahkan keponakannya berinisial RSK yang berusia 5 bulan tengah menderita demam tinggi hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Purwosari Kabupaten Bojonegoro. Di sana sang bayi akhirnya ditangani oleh bidan.

Namun diduga ada kesalahan pemberian obat kepada RSK, sehingga kondisi pasien justru kian memburuk.

"Kita yang baru tahu bahwa obat (inamid) yang diberikan bidan itu tidak dianjurkan buat dede karena dosis terlalu tinggi," tulisnya.

“Saya dengan sangat jengkel hingga hati saya sakit karena tidak tahu dosis obat tersebut. Dokter pun marah saat tahu obat itu dikasihkan ke dede," tambah akun @AllayBie.

Keluarga RSK beserta orangtuanya akhirnya membawa ke RSU PKU Muhammadiyah Kalitidu. Namun di sana tak juga membaik, sehingga oleh pihak rumah sakit itu dilarikan ke RS Aisyiyah di Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Nahas saat tengah ditangani dokter di ruang IGD RS Asiyiyah, bayi berusia 5 bulan ini menghembuskan napas terakhirnya.

Alhasil postingan tersebut viral dan diunggah ulang oleh berbagai akun media sosial lainnya, contohnya akun instagram @mak_inpoh. Namun sayang unggahan di akun Twitter @AllayBie telah dihapus.

"Alhamdulillah, makasih untuk masuk dan saran dari Thread yang saya buat. Saya dan sekeluarga sudah ikhlas melepaskan de sheva dan pihak yang bersangkutan juga minta maaf. Bahkan datang langsung ke rumah, masalah ini juga sudah ditangani oleh pihak yang lebih wajib," tulis akun @AllayBae pada Jumat pagi (28/8/2020).

Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Masirin mengaku telah menerima aduan masyarakat tersebut dan kini pihak Pemkab dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro telah melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas.

"Kami minta maaf dan petugas kesehatan sudah dievaluasi," ucap Masirin melalui rilisnya kepada media, pada Jumat siang.

Pihaknya juga mengucapkan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Rahma Sheva Kamila.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bojonegoro dr. Ani Pudjiningrum menegaskan pihaknya masih melakukan evaluasi internal terhadap petugas kesehatan yang menangani pasien tersebut.

"Tentunya ini jadi evaluasi bersama, ke depan pelayanan di fasilitas kesehatan akan lebih kita tingkatkan integritas dan dedikasinya dalam melayani masyarakat," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini