Tanya PR ke Sekolah, Siswi SMP Malah Dilecehkan Guru BK

Agregasi Sindonews.com, · Senin 31 Agustus 2020 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 610 2270484 tanya-pr-ke-sekolah-siswi-smp-malah-dilecehkan-guru-bk-gEzxP4FA5F.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BANYUASIN - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) SMP Negeri di salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuasin ditangkap warga, dan diserahkan ke polisi. Hal tersebut dilakukan lantaran pelaku diduga telah mencabuli seorang siswinya.

Guru Bimbingan Konseling (BK) H (53) guru bimbingan konseling ini melakukan perbuatan itu di sekolah tempatnya bertugas pada Senin 24 Agustus 2020, sekira pukul 11.00 WIB.

Saat itu, korban yang masih berusia 13 tahun datang ke sekolah untuk menanyakan tugas atau pekerjaan rumah, karena masih berlangsung sekolah secara online akibat pandemi Corona.

Nahas bagi korban, ketika bertemu guru yang harusnya memberikan contoh, dia malah mendapatkan perlakuan tak senonoh. Peristiwa itu terjadi di ruangan tata usaha atau TU, pelaku mencium korban. Setelah kejadian itu korban pulang dan mengadukan apa yang dialami pada orang tuanya, dan dalam waktu tidak lama warga berdatangan dan menyeret pelaku ke Polres Banyuasin.

Kanit KPPA Polres Banyuasin Ipda Suprianto membenarkan adanya laporan korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum guru PNS. "Tersangka diserahkan warga dan sudah kita amankan di Mapolres Banyuasin," ujarnya mewakili Kapolres Banyuasin, AKBP Danny A Sianipar, Senin (31/8/2020).

Saat ini, pemeriksaan terhadap korban terus dilakukan untuk membuktikan kemungkinan adanya korban lain. "Saat ini baru ada satu korban yang melapor, kita terus lakukan pendalaman dan kita juga masih nunggu jika ada korban lainnya datang untuk melapor," katanya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 281 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Baca Juga : Terdengar Suara Tembakan di Toilet, Tersangka TPPU Diduga Bunuh Diri

Menurut pengakuan pelaku baru satu kali melakukan tindakan tidak terpuji dengan cara mencium pipi korban. Namun korban mengaku sudah lebih dari satu kali pelaku mengalami perlakuan tak senonoh.

Penasehat Hukum Korban Ely Udin SH didampingi Ketua LPPM Herlis Noorida mengatakan, korban saat ini depresi dan dihantui rasa ketakutan. (Baca: Babi Ajaib di Muratara, Tidur pun Harus Dikasih Bantal dan Selimut).

"Korban mengaku sudah 4 kali dilecehkan. Kami minta kasus ini diproses secara hukum yang berlaku, dan minta dipecat dari PNS," harap dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini