Paus Fransiskus: Gosip Adalah Wabah yang Lebih Buruk dari Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 07 September 2020 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 18 2273631 paus-fransiskus-gosip-adalah-wabah-yang-lebih-buruk-dari-covid-19-MThVydTbyC.jpg Paus Fransiskus. (Foto: CNS)

KATOLIK - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus mengatakan ada “wabah yang lebih buruk dari Covid-19” yang mengancam memecah belah Gereja Katolik Roma, yaitu gosip. Dia mendesak orang-orang untuk berhenti “bergosip” dan memperingatkan agar mereka tidak menyiarkan keluhan mereka di depan umum.

Menyampaikan berkat mingguannya pada Minggu, Paus Fransiskus menyimpang dari topik bahasan dan memperingatkan agar orang-orang dalam komunitas dan birokrasi teratas gereja untuk “tidak bergosip”.

BACA JUGA: Paus Fransiskus Dilaporkan Sakit di Saat Virus Covid-19 Mengganas di Italia

“Mohon saudara-saudari, mari kita mencoba untuk tidak bergosip,” desak Paus sebagaimana dilansir RT. “Gosip adalah wabah yang lebih buruk daripada Covid. Lebih buruk. Ayo berusaha keras: jangan bergosip!”

Dia mengatakan, “wabah” gosip kemungkinan besar mempengaruhi lebih banyak orang secara signifikan dibandingkan virus corona, yang saat ini telah menginfeksi lebih dari 26 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 880.000 kematian.

Paus Fransiskus mengatakan, jika ada yang salah, seseorang harus memberikan "keheningan dan doa" kepada mereka yang membuat "kesalahan" alih-alih mengungkapkan masalah ini ke publik. Dia juga mengatakan bahwa iblis adalah "penggosip terbesar."

“Setan adalah penggosip yang hebat. Dia selalu mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain karena dia adalah pembohong yang mencoba memecah Gereja,” lanjut Paus.

BACA JUGA: Paus Fransiskus: Jangan Terlalu Cepat Merasa Menang Melawan Covid-19

Pernyataan Paus itu disampaikan di saat dia berkomentar mengenai ayat Injil tentang perlunya mengoreksi orang lain secara pribadi jika mereka melakukan sesuatu yang salah, dan untuk membawa masalah ini ke “komunitas” hanya jika orang tersebut menolak untuk melakukannya. Gereja Katolik Roma telah lama mengandalkan konsep "koreksi persaudaraan" di antara para hierarkinya, tanpa mempublikasikan urusan internal gereja.

Namun, para pengkritik gereja Katolik telah berulang kali menentang konsep tesebut, menyatakan bahwa kebijakan seperti itu hanya mendorong terjadinya dosa di dalam gereja, termasuk pelecehan anak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini