Viral Semburan Air Lumpur Beraroma Minyak Tanah, Warga Berbondong Bawa Jeriken

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Senin 07 September 2020 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 340 2273629 viral-semburan-air-lumpur-beraroma-minyak-tanah-warga-berbondong-bawa-jeriken-MxmaTwZVJm.JPG Titik semburan air lumpur beraroma minyak tanah (Foto: iNews/Dion)

SUMBA - Warga desa Umbu Langang – Pamalar, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, NTT, dihebohkan dengan temuan semburan air bercampur lumpur, sehingga berwarna nampak keruh di sekitar kali kering tidak jaih dari kawasan Tana Daru.

Yang kian membuat warga penasaran adalah semburan air itu beraroma layaknya minyak tanah, sehingga membuat sebagian warga memilih untuk membawa botol maupun jeriken untuk mengambilnya.

Sebagiamana foto dan video yang diperoleh media ini dari masyarakat dan juga disebarkan ke media sosial, di beberapa titik lokasi nampak nyala api api berkobar, sekalipun diakui warga tidak membawa atau menyulut api.

Dan juga dalam video juga nampak warga terkejut karena air yang dikeluarkan, selain beroma minyak juga panas.

Martinus Jawa Harang, Kepala desa (Kades) Umbu Langang, yang dihubungi wartawan, Minggu (06/09/2020) malam membenarkan temuan itu. Bahkan dia mengaku sempat mengambil sampel untuk selanjutnya dibawa ke intansi yang berkompeten melakukan penelitian.

“Memang saya tidak ikuti persis, tapi saya dapat info dari warga siang sepulang gereja. Saya juga sudah ambil untuk sampel, warnanya hitam. Warga sempat panik juga karena sempat terbakar hingga ke gunung. Padahal orang tidak membakarnya,” jelas Martinus sembari menambahkan, lokasi temuan itu berada dalam kawasan RT 10/ RW 06 itu.

“Saya juga sudah sampaikan imbauan kepada warga untuk tidak lagi ke lokasi. Karena kita tidak tahu pasti apa sebabnya dan bagaimana dampaknya bagi warga. Ini kejadian alam, kita tidak tahu maunya bagaimana,” tandas Martinus.

Hingga kini postingan foto dan informasi di media sosial terkait peristiwa ini terus menuai tanggapan dan ratusan komentar nitizen. Selain untuk mempertanyakan lokasi juga untuk menyatakan harapan agar peristiwa ini segera tertangani ataupun ditinjau oleh instansi yang berkompeten.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini