BKSDA Teliti Kerangka Diduga Harimau Jawa di Laboratorium LIPI

Avirista Midaada, Okezone · Senin 07 September 2020 23:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 519 2274120 bksda-teliti-kerangka-diduga-harimau-jawa-di-laboratorium-lipi-sKIggj555M.jpg BKSDA Jatim teliti kerangka diduga harimau jawa di lab LIPI (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur masih akan melakukan penelitian lebih lanjut bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait penemuan dugaan kerangka harimau jawa di Sungai Kalimetro, Kota Malang.

Kepala Seksi (Kasi) Konservasi BKSDA Wilayah VI Jatim Mamat Ruhimat mengatakan kerangka kepala tersebut nantinya akan dikirim pihaknya ke laboratorium LIPI yang berada di Bogor.

"Kami akan melaporkan ke pimpinan terlebih dahulu, kemudian berkoordinasi dengan LIPI Insya Allah satu bulan biasanya sudah ada jawaban dari LIPI terkait hasil uji laboratorium yang dilakukan," ucap Mamat Ruhimat ditemui media saat meninjau lokasi penemuan kerangka kepala hewan tersebut, Senin siang (7/9/2020).

Dari uji laboratorium yang dilakukan LIPI nantinya bisa diketahui berasal dari jenis apa tulang kerangka yang diduga merupakan bagian dari hewan dilindungi.

"Tulang ini dapat diketahui, satu dari ukurannya, diperiksa panjang tinggi lebar, kalau laboratorium jenis tulang pasti diketahui. Dari bentuk fisiknya dikirim secepatnya kalau dapat informasi kita infokan ke teman-teman," jelasnya.

Baca Juga : Bermodal Airsoft Gun & Parang, Penjahat Kambuhan Kembali Beraksi

Namun bila sesuai data dan informasi yang ada di BKSDA Jatim, kawasan hutan di Gunung Kawi belum dapat dipastikan apakah ada habitat macan tutul dan macan kumbang atau tidak. Di Malang raya sendiri disebut Mamat, penampakan macan tutul dan macan kumbang diketahui berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada November 2019.

"Tidak menutup kemungkinan di Gunung Kawi masih ada, tapi perlu waktu untuk melakukan pengamatan. Yang sedang kita amati konservasi, kita fokuskan ke kawasan-kawasan konservasi Cagar Alam Pulau Sempu, berdasarkan informasi masyarakat," bebernya.

"Yang ada habitatnya terpantau macan tutul di TNBTS wilayah Lumajang itu pernah terekam kamera trap di sana," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini