China Tuding Tentara India Lepaskan Tembakan di Perbatasan yang Disengketakan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 08 September 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 18 2274607 china-tuding-tentara-india-lepaskan-tembakan-di-perbatasan-yang-disengketakan-9vJyLtnQMh.jpg Foto: The Hindu/Nissar Ahmad.

BEIJING - China menuduh pasukan India secara ilegal melintasi perbatasan yang disengketakan dan melepaskan tembakan peringatan "provokatif" ke tentaranya yang berpatroli.

Juru bicara militer China mengatakan, tentaranya "dipaksa untuk mengambil tindakan balasan" meskipun tidak dijelaskan siapa yang melepaskan tembakan. Namun India membantah tuduhan itu, dengan mengatakan pasukannya tidak melintasi perbatasan dan tidak ada tembakan.

Hubungan antara kedua negara terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA: Anggota Pasukan Khusus India Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan dengan China di Perbatasan

"Pada tahap apa pun tentara India tidak melanggar Garis Kontrol Aktual (LAC) atau menggunakan cara agresif apa pun, termasuk menembak," kata India dalam pernyataan resmi sebagaimana dilansir BBC.

Tuduhan China, jika benar, akan menjadi insiden pertama tembakan dilepaskan di LAC dalam 45 tahun, yang merupakan pelanggaran perjanjian pelarangan penggunaan senjata api.

Media China, Global Times mengutip Juru Bicara Tentara Rakyat China (PLA) kolonel senior Zhang Shuili melaporkan bahwa pasukan India telah "secara ilegal melintasi LAC ke wilayah Pegunungan Shenpao dekat tepi selatan Danau Pangong Tso".

“Tindakan India secara serius melanggar kesepakatan terkait yang dicapai oleh kedua belah pihak, memicu ketegangan di kawasan ... dan sifatnya sangat keji," kata Zhang.

BACA JUGA: Ketegangan Meningkat Setelah Pasukan China Diklaim Culik Warga India di Perbatasan

Tetapi pernyataan India menambahkan bahwa tentara "berkomitmen untuk menjaga perdamaian", tetapi juga "bertekad untuk melindungi integritas dan kedaulatan nasional dengan segala cara".

Delhi juga menyalahkan PLA, dengan tuduhan bahwa mereka sering melakukan "manuver agresif".

Perjanjian tahun 1996 antara kedua negara melarang penggunaan senjata api dan bahan peledak dari Garis Kontrol Aktual, yang sebagaimana diketahui, merupakan perbatasan yang disengketakan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini