Anggota Pasukan Khusus India Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan dengan China di Perbatasan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 03 September 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 18 2272049 anggota-pasukan-khusus-india-dilaporkan-tewas-dalam-bentrokan-dengan-china-di-perbatasan-35ltQ5lcy9.jpg Foto: The Hindu/Nissar Ahmad.

NEW DELHI – Seorang tentara India asal Tibet dilaporkan telah tewas dalam konfrontasi terbaru antara pasukan China dan India di perbatasan yang disengketakan di Himalaya. Laporan itu memicu kekhawatiran akan konfrontasi militer yang lebih luas antara dua kekuatan regional tersebut.

Kematian tersebut adalah yang pertama dilaporkan dari dua insiden yang terjadi dalam waktu 48 jam di perbatasan kedua negara, dua bulan setelah pertempuran yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India.

BACA JUGA: Wilayah Perbatasan Kembali Memanas, India Tuduh China Lakukan "Gerakan Provokatif"

India dan China, yang berperang di perbatasan pada 1962, saling tuduh satu sama lain mencoba melintasi perbatasan tidak resmi mereka di wilayah Ladakh dalam upaya untuk mendapatkan kontrol wilayah.

Pemerintah India belum mengomentari laporan kematian itu, tetapi Namgyal Dolkar Lhagyari, seorang anggota Parlemen Tibet di pengasingan, pada Selasa (1/9/2020) mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tentara asal Tibet itu "menjadi martir dalam bentrokan" pada Sabtu (29/8/2020) malam. Dia tidak mengidentifikasi nama prajurit itu.

Namgyal mengatakan, anggota Pasukan Perbatasan Khusus lain, yang dilaporkan termasuk banyak etnis Tibet yang menentang klaim China atas wilayah asalnya, terluka dalam operasi itu, demikian diwartakan Al Jazeera.

BACA JUGA: China Bantah Lakukan "Gerakan Provokatif" di Perbatasan India

Namun, pada Rabu (2/9/2020) Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa tidak ada tentara India yang tewas dalam gejolak terbaru di perbatasan kedua negara.

Dua negara terpadat di dunia telah mengirim puluhan ribu tentara ke wilayah itu sejak pertempuran brutal 15 Juni saat pasukannya bertempur dengan tinju dan tongkat kayu.

India mengatakan 20 tentara tewas. China telah mengakui adanya korban tetapi belum memberikan angka.

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas insiden yang baru-baru ini terjadi.

Kementerian pertahanan India mengatakan pasukan China "melakukan gerakan militer yang provokatif untuk mengubah status quo" di perbatasan pada Sabtu. Sementara pihak China mengatakan India "secara serius melanggar kedaulatan teritorial China" dengan operasinya pada Senin (31/8/2020) dan menuntut pasukan India mundur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini