China Bantah Lakukan "Gerakan Provokatif" di Perbatasan India

Agregasi VOA, · Selasa 01 September 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 18 2270676 china-bantah-lakukan-gerakan-provokatif-di-perbatasan-india-POmi5pIL4X.jpg Foto: The Hindu/Nissar Ahmad.

BEIJING – China membantah tuduhan India bahwa pihaknya telah melakukan “gerakan provokatif” di wilayah perbatasan yang disengketakan di Ladakh, dan meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Pada Senin (31/8/2020) India mengatakan pasukannya telah menggagalkan upaya tentara China (PLA) mengubah status quo di wilayah Ladakh, di mana kedua pihak telah terjebak dalam ketegangan di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan selama lebih dari empat bulan.

BACA JUGA: Wilayah Perbatasan Kembali Memanas, India Tuduh China Lakukan "Gerakan Provokatif"

Diwartakan VOA, sebuah pernyataan militer India pada Senin (31/8/2020) mengatakan pasukan China melanggar konsensus sebelumnya dan “melakukan gerakan militer yang provokatif” tetapi tidak memberikan rincian tentang apa yang menyebabkan gejolak baru di sepanjang perbatasan tersebut.

Pernyataan tersebut mengatakan insiden itu terjadi pada Sabtu (29/8/2020) dan bahwa pasukan India “mendahului aktivitas PLA di tepi selatan Danau Pangong Tso, dan melakukan tindakan untuk memperkuat posisi dan menggagalkan niat China untuk mengubah fakta di lapangan secara sepihak”.

Pernyataan itu mengatakan India berkomitmen untuk berdialog tetapi “juga bertekad untuk melindungi integritas teritorialnya.”

BACA JUGA: India Klaim 20 Tentaranya Tewas dalam Bentrokan dengan China di Perbatasan

Beijing telah membantah tuduhan India tersebut.

Dalam keterangan yang disampaikan di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan pasukan perbatasan China “selalu secara ketat mematuhi Garis Kontrol Aktual, dan tidak pernah melewati garis itu”.

Garis Kontrol Aktual mengacu pada perbatasan yang tidak ditandai secara fisik antara kedua negara, yang sering menjadi sumber ketegangan. Dia mengatakan kedua pihak kini berkomunikasi mengenai situasi di lapangan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini