JAKARTA — Kementerian Pertahanan China telah meluncurkan penyelidikan terhadap jenderal berpangkat tertinggi mereka, Zhang Youxia. Sejumlah pejabat militer China, termasuk Menteri Pertahanan Li Shangfu dan Wei Fenghe, telah terjerat skandal dan diselidiki dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan China pada Sabtu (24/1/2026), Zhang, anggota Politbiro Partai Komunis dan wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), badan militer tertinggi China, diduga melakukan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum." Pejabat militer senior lainnya, anggota CMC Liu Zhenli, juga sedang diselidiki atas dasar yang sama.
Zhang, 74 tahun, bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada 1968 dan tetap menjabat melampaui usia pensiun yang lazim untuk militer China.
Beberapa media Barat, termasuk Wall Street Journal dan The Times, menduga bahwa Zhang mungkin telah membocorkan informasi terkait program nuklir China kepada Amerika Serikat (AS) dan menerima suap besar sebagai imbalan atas promosi jabatan. Beijing belum mengonfirmasi klaim ini.
Surat kabar milik pemerintah, Global Times, mengutip editorial yang diterbitkan pada Minggu (25/1/2026) di surat kabar militer terkemuka, PLA Daily, yang menyatakan bahwa pejabat yang terbukti bersalah melakukan korupsi akan "ditindak tanpa ampun" terlepas dari posisi yang mereka pegang.
Sejak memulai masa jabatan ketiganya sebagai presiden China pada 2023, Xi telah mengintensifkan upaya untuk memerangi korupsi baik di angkatan bersenjata maupun di badan pembuat keputusan tertinggi Partai Komunis, Politbiro. Ia berpendapat bahwa korupsi merusak pembangunan negara dan melemahkan disiplin partai.