Terpisah, Kepala Dinas Kepariwisataan (Kadispar) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara memastikan bila banner jalur gowes gadis desa tersebut tidak ada di Kabupaten Malang. Bahkan Made menyebut ada sejumlah pihak yang mencoba mengambil untung dari acara gowes Bupati bersama Anak Yatim Piatu pada Minggu 6 September 2020 dengan start di Rest Area Karangploso.
"Itu yang buat dari komunitas, bukan dari kita (Pemkab Malang). Itu event dari komunitas, kita enggak ngecek ada banner itu. Banner-nya setting-an, sudah koordinasi dengan Dispora untuk mengingatkan (event organizer dan komunitas)," tutur Made.
Terkait motif mengapa event organizer tersebut sampai nekat membuat banner rute gowes gadis desa, Made hanya menyebut kemungkinan untuk kemarin minat dan mendongkrak pemasaran.
"Itu strategi EO untuk mencari banyak minat pesepeda, terutama dari segi promosi tetap tentu menuai pro kontra apalagi ini terjadi eksploitasi dan diviralkan," katanya.
Baca Juga : Viral! Wanita Seksi Ini Asyik Video Call Sambil Nyabu
Ke depan Made juga akan mengingatkan para event organizer untuk tak mengeksploitasi yang dianggap menuai pro kontra. "Kami pastikan bukan acara Pemkab meksipun pakai logo brandingpariwisata. Ke depan kita ingatkan, jangan sampai ada eksploitasi, membuat gaduh, jangan terjadi lagi itu," tuturnya.
Baca Juga : Kronologi Pesepeda Masuk Tol Jagorawi, Berawal dari Menyusuri Jalan Perkampungan
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.