28 Desa Dilanda Kekeringan di Kabupaten Bogor

Arief Setyadi , Okezone · Rabu 16 September 2020 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 525 2278675 28-desa-dilanda-kekeringan-di-kabupaten-bogor-HAYf55ZFg1.jpg Warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sedang mengambil air bersih imbas kekeringan (Foto: BNPB)

JAKARTA - Sebanyak 28 desa di 11 kecamatan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilanda kekeringan. Kejadian tersebut merupakan dampak dari Hari Tanpa Hujan (HTH) selama musim kemarau tahun 2020.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati melalui keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2020).

Adapun rincian desa dan wilayah yang terdampak kekeringan meliputi Desa Koleang, Desa Pamagersari, Desa Barengkok, Desa Situ, Desa Curug, Desa Kalong Sawah, Desa Tegal Wangi, Desa Sipak dan Desa Jugalajaya di Kecamatan Jasinga.

"Kemudian, Desa Hambalang, Desa Sukahati dan Desa Tajur di Kecamatan Citeureup, Desa Tegal Panjang dan Desa Mekarwangi di Kecamatan Cariu, Desa Cigudeg di Kecamatan Cigudeg, Desa Leuwikaret dan Desa Nambo di Kecamatan Klapanunggal," katanya.

Baca Juga:  Bendung Sokawati Mengering, Ribuan Hektare Lahan Sawah Kekeringan 

Selanjutnya Desa Sukasirna, Desa Weninggalih, Desa Singga Jaya, Desa Nyangegeng, Desa Garung dan Desa Jonggol di Kecamatan Jonggol, Desa Antajaya dan Desa Sirnasari di Kecamatan Tanjungsari, Desa Batangsari di Kecamatan Rancabungur, Desa Kirapandak di Kecamatan Sukajaya, Desa Ciampea di Kecamatan Ciampea dan Desa Kalongliud di Kecamatan Nanggung.

Raditya menuturkan, menurut laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor pada Selasa 15 September 2020 pukul 14.30 WIB, bencana kekeringan itu juga berdampak pada 10.613 KK.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait dan telah mendistribusikan bantuan air bersih ke beberapa titik di 9 Kecamatan dan wilayah lain secara bertahap. Hingga laporan yang diterima, total air yang sudah didistribusikan sebanyak 280.000 liter.

Sementara itu, menurut prakiraan cuaca dan musim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia masih dapat berlangsung hingga bulan Oktober, khususnya di sebagian besar Pulau Jawa.

"Sedangkan musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir bulan Oktober, terutama dimulai dari wilayah Indonesia Barat dan sebagian besar wilayah Indonesia," katanya.

Baca Juga:  Ratusan Desa di 4 Provinsi Masih Dilanda Bencana Kekeringan

Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis.

Para pemangku-kepentingan di daerah juga diharapkan dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini