Ada Jalur Gowes 'Gadis Desa' di Malang Bisa Layani Swafoto Sambil Mandi di Sungai

Achmad Saif Hajarani, iNews · Kamis 17 September 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 519 2279337 ada-jalur-gowes-gadis-desa-di-malang-bisa-layani-swafoto-sambil-mandi-di-sungai-l9oJSE1Ae7.jpg Poster bertulis jalur gowes dua gadis viral di Malang (foto: iNews)

MALANG - Sebuah spanduk jalur gowes bertuliskan ‘Gadis Desa’ bikin heboh jagad maya. Bukan sekedar spanduk, jalur sepeda yang terletak di di Kabupaten Malang, Jawa Timur itu pun menghadirkan dua wanita berkemben dan siap melayani pesepeda untuk ber-swafoto sambil mandi di sungai.

Dalam video amatir berdurasi 21 detik ini, terdapat dua wanita memakai kemben duduk di bebatuan aliran sungai, di wilayah Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kedua wanita nampak melayani para pesepeda atau goweser yang turun ke sungai untuk berfoto bersama. Tak hanya itu ditemukan sebuah poster dengan gambar seorang wanita memakai kemben sebagai penunjuk jalan para pesepeda.

Mandi di Sungai

Lantaran jalur tersebut menampilkan dua wanita sedang mandi hanya mengenakan kemben di pinggir sungai pada jalur gowes tersebut. Hal itu pun dikecam lantaran mengeksploitasi perempaun.

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Made Arya Wedanthara mengatakan, mendukung adanya kegiatan positif yang dilakukan masyarakat guna menarik wisatawan, tetapi tidak perlu berlebihan.

“Kami yakin itu memang setingan untuk kreativitas, tetapi mereka tidak melihat bahwa itu mengeksploitasi pihak tertentu dan menurut kami itu kurang baik,” kata Made Arya Wedanthara.

Sementara, terkait poster yang menampilkan wanita berkemben itu bukan merupakan bagian dari pengembangan wisata oleh pemerintah Kabupaten Malang.

Poster yang terpampang adalah kegiatan even dari komunitas gowes. dalam kegiatan itu ada satu titik spot yang menampilkan gadis desa berkemben, dipinggir sungai melayani pesepeda untuk berfoto.

“Saya baru tahu malahan dari media sosial, yah kaget juga. Kreatif tapi tidak baik karena olahraga wisata tidak yang selayaknya dan tidak berlebihan,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Malang tetap mendukung bila ada kegiatan berkreativitas ataupun even-even yang dapat menarik wisatawan atau pengunjung namun dengan kreativitas yang positif tanpa mengeksploitasi perempuan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini