PBB Peringati 75 Tahun Pendiriannya di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 22 September 2020 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 18 2281854 pbb-peringati-75-tahun-pendiriannya-di-tengah-tantangan-pandemi-covid-19-0ryLhHv0IQ.jpg Foto: UN Photo/Manuel Ellias.

NEW YORK - Para pemimpin dunia pada Senin (21/9/2020) berkumpul bersama secara virtual untuk memperingati 75 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peringatan kali ini digelar di tengah pandemi virus corona dan ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) yang menjadi tantangan bagi keefektifan badan beranggotakan 193 negara dunia itu.

Di usianya yang ke-75, PBB dinilai kesulitan untuk memberikan rasa tenang bagi negara-negara di tengah pandemi virus corona yang mulai menyebar pada akhir tahun lalu.Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, pandemi telah mengungkap kerapuhan dunia.

“Saat ini kita mengalami surplus tantangan multilateral dan defisit solusi multilateral,” katanya sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Di Bawah Presidensi Indonesia, Program Kerja DK PBB Prioritaskan Pemberantasan Covid-19

Sementara itu ketegangan antara China dan AS yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi tantangan tersendiri bagi PBB. Perseteruan antara kedua kekuatan dunia itu telah menyebabkan hambatan dalam berbagai upaya multilateral PBB, termasuk dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Dewan Keamanan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendukung seruan Guterres untuk gencatan senjata global, untuk memungkinkan negara-negara fokus memerangi Covid-19 - karena perselisihan antara China dan AS.

Beberapa pemimpin dunia telah menyerukan reformasi PBB dan khususnya Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang. Reformasi dianggap perlu karena sistem PBB saat ini dirasa tidak adil dengan AS, Rusia, China, Prancis, dan Inggris sebagai satu-satunya kekuatan permanen pemegang veto.

“Struktur dewan yang membuat nasib lebih dari 7 miliar orang bergantung pada lima negara tidaklah adil dan tidak berkelanjutan,” kata presiden Turki, Tayyip Erdogan.

BACA JUGA: Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan Mendapat Apresiasi Luas di PBB

Acara peringatan khusus ini digelar sehari sebelum pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB, yang dimulai pada Selasa (22/9/2020).

Berbeda dari biasanya, acara kali ini digelar tanpa presiden atau perdana menteri yang hadir secara fisik di New York. Semua pernyataan dari para pemimpin dunia telah direkam sebelumnya dan akan disiarkan di aula Sidang Umum.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk ketika negara-negara bersatu setelah Perang Dunia Kedua untuk mencegah konflik serupa terjadi lagi. Namun, meski sempai hari ini belum ada Perang Dunia Ketiga, para pemimpin yang mengadopsi pernyataan pada Senin, mengakui bahwa ini adalah "saat-saat mengecewakan" bagi PBB.

"Semua ini menuntut tindakan yang lebih besar, bukan lebih sedikit," kata pernyataan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini