nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan Mendapat Apresiasi Luas di PBB

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 01 Juni 2019 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 01 18 2062814 presidensi-indonesia-di-dewan-keamanan-mendapat-apresiasi-luas-di-pbb-YCe8IBM4ZX.jpeg Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di Dewan Keamanan PBB. (Foto: Dok. Kemlu RI)

NEW YORK – Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB yang berlangsung selama bulan Mei mendapat apresiasi dari para Duta Besar negara anggota PBB. Mereka menyampaikan penghargaan atas upaya Indonesia pimpin berbagai sidang DK, termasuk memfasilitasi tercapainya sejumlah kesepakatan antar seluruh anggota DK sehingga tercapai konsensus.

“Presidensi Indonesia berjalan lancar dengan program-program yang sangat baik, dan kami apresiasi kepemimpinan Indonesia sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB yang tegas dan berwibawa pada bulan ini,” kata Wakil Tetap Rusia untuk PBB di New York, Duta Besar Vassily Nebenzia. Hal serupa disampaikan Wakil Tetap lainnya.

Selain dari para Duita Besar, apresiasi juga datang dari kalangan media di PBB serta organisasi masyarakat sipil , yang memandang Presidensi Indonesia dijalankan dengan terbuka, profesional, produktif dan obyektif.

Sejak dimulai pada 1 Mei 2019, presidensi Indonesia di DK PBB telah menghasilkan berbagai dokumen/ produk DK PBB, yaitu 4 resolusi, 1 Presidential Statement, 3 Pernyataan Pers dan 3 Elemen bagi Pers. Di bawah presidensi Indonesia, PBB telah melangsungkan 2 sidang terbuka tentang Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB dan Perlindungan Warga Sipil; 15 briefing terbuka; 14 konsultasi tertutup; dan 3 pertemuan dengan format Arria. Terdapat total 45 kegiatan dalam kurun waktu 22 hari kerja PBB.

Tema Presidensi Indonesia “Menabur benih perdamaian” selalu digaungkan dalam berbagai pernyataan posisi Indonesia di DK. Komitmen kuat Indonesia tampak dengan hadirnya Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam sejumlah pertemuan DK PBB bulan ini, khususnya terkait Palestina.

“Selain berbagai pertemuan formal DK PBB, Indonesia juga adakan sejumlah pertemuan dengan Sekjen PBB, LSM, Uni Eropa, termasuk menginisiasi pertemuan Sofa Talk di PTRI New York, di mana seluruh Dubes anggota DK PBB dapat membahas secara informal berbagai isu yang dianggap sensitif,” demikian ditegaskan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dubes Dian Triansyah Djani.

“Indonesia sangat menghargai apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak selama bulan Presidensi ini. Selain memperjuangkan kepentingan nasional kita, peran Presidensi ini juga kita gunakan untuk menjembatani perbedaan posisi negara anggota DK PBB demi tercapainya perdamaian dan keamanan dunia,” tambahnya.

Presidensi Indonesia juga digunakan untuk promosikan kekayaan budaya bangsa Indonesia, melalui diplomasi batik dan diplomasi kuliner (Gastro diplomacy).

Seluruh Duta Besar negara DK PBB mendukung diplomasi batik Indonesia, dan dengan kompak memakai batik dalam berbagai pertemuan DK PBB, termasuk pada resepsi akhir Presidensi Indonesia pada 30 Mei 2019, di Markas Besar PBB di New York.

“Batik Indonesia membawa warna di DK PBB dan kami senang pakai batik,” demikian disampaikan Dubes-Dubes DK PBB sebagaimana disampaikan melalui keterangan pers Perwakilan Tetap RI New York.

Resepsi akhir Presidensi diwarnai kombinasi pagelaran budaya tradisional dan modern dengan penampilan tari Saman dari Sanggar Saman Kecapi Leuser Gayo dan band mahasiswa Indonesia dari Berklee School of Music di Boston. Lagu populer Indonesia mengiringi tari poco-poco serta line dance, dan ajak seluruh undangan untuk berpartisipasi, dipimpin oleh Ibu Yanti Djani dan Dharwa Wanita Persatuan PTRI New York.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini