Di Bawah Presidensi Indonesia, Program Kerja DK PBB Prioritaskan Pemberantasan Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 04 Agustus 2020 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 18 2256541 di-bawah-presidensi-indonesia-program-kerja-dk-pbb-prioritaskan-pemberantasan-covid-19-JweQAThgLO.jpg Foto: Reuters.

NEW YORK – Dewan Keamanan (DK) PBB pada Selasa (3/8/2020) telah mengesahkan Program Kerjanya secara konsensus di awal masa presidensi kedua Indonesia di badan internasional itu. Negara Anggota DK PBB menyampaikan dukungannya terhadap Presidensi Indonesia dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan Indonesia pada Agustus 2020.

Ini adalah kali kedua Indonesia menjadi Presiden DK PBB pada masa keanggotaan periode 2019-2020 setelah sebelumnya memegang posisi itu pada Mei 2019.

“Guna menjaga kesinambungan Presidensi Indonesia pada 2019 yang bertemakan “Investing in Peace”, tema Presidensi tahun ini adalah “Advancing Sustainable Peace””, demikian disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani, setelah memimpin pertemuan DK yang mengesahkan program kerja Agustus.

BACA JUGA: Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan Mendapat Apresiasi Luas di PBB

Dubes Djani menambahkan bahwa selama Presidensi Indonesia, akan diselenggarakan lebih dari 15 pertemuan resmi DK PBB yang telah terjadwal, antara lain mengenai Palestina, Suriah, Lebanon, Yaman, Irak, Guinea Bissau, Somalia, DPRK, dan pertemuan tematis yang merupakan prioritas Indonesia. Di samping itu, dijadwalkan juga setidaknya 13 pertemuan badan subsider DK dan pertemuan informal lainnya.

Salah satu prioritas Presidensi Indonesia adalah untuk terus mendorong relevansi DK PBB dalam upaya global memberantas Covid-19 dengan memprakarsai pertemuan mengenai pembangunan perdamaian (peacebuilding) dalam masa pandemi.

“Hal ini penting mengingat dampak COVID-19 dapat menyebabkan terjadinya ketidakstabilan di negara-negara yang baru keluar dari konflik, serta mempersulit proses perdamaian di wilayah-wilayah yang masih dilanda kecamuk konflik,” ujar Dubes Djani.

BACA JUGA: Jabat Presidensi Dewan Keamanan PBB, Indonesia Usung Tema Operasi Penjaga Perdamaian

Selain itu, guna memenuhi janji kampanye yang merupakan salah satu prioritas keanggotaan Indonesia di DK PBB, Indonesia akan menyelenggarakan dua pertemuan mengenai pemberantasan terorisme, yaitu pembahasan laporan Sekretaris Jenderal PBB mengenai ancaman kelompok militan Negara Islam (IS), serta mengenai keterkaitan kejahatan lintas batas dengan terorisme.

Presidensi Indonesia juga dijadwalkan akan mengesahkan setidaknya tiga Resolusi mengenai perpanjangan mandat Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Sanksi terhadap Mali untuk dukung proses perdamaian, dan Misi PBB di Somalia (UNSOM).

“Perpanjangan mandat misi UNIFIL melalui adopsi resolusi amat penting, terutama mengingat Indonesia merupakan negara pengirim pasukan terbanyak di UNIFIL,” tegas Dubes Djani.

Dubes Dian Triansyah Djani dalam Breakfast Meeting dengan para Dubes DK PBB di PTRI New York. (Dok. PTRI New York)

Sebelum adopsi program kerja DK PBB, Indonesia telah mengadakan pertemuan dalam format “breakfast meeting” dengan para Duta Besar DK PBB bertempat di Kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York, dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi secara ketat.

Di hari yang sama, Indonesia selaku Presiden DK juga telah menyelenggarakan briefing kepada seluruh negara anggota PBB dan media yang khusus meliput PBB, tentang agenda DK selama bulan Agustus.

Keberhasilan Indonesia memperkenalkan batik pada Presidensi Indonesia bulan Mei 2019 akan dilanjutkan dengan mempromosikan kain tenun Indonesia pada Presidensi tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini