Kena PHK, Karyawan Hotel di Gili Beralih Jualan Sabu

Hari Kasidi, iNews · Selasa 22 September 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 340 2282069 kena-phk-karyawan-hotel-di-gili-beralih-jualan-sabu-cnZ3ndfhie.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MATARAM — Pandemi Covid-19 berdampak besar pada sektor perekonomian khususnya sektor pariwisata dengan cukup banyak pekerja hotel yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga terpaksa mencari cara lain untuk menyambung hidup.

Seperti yang dialami oleh pria berinisial MI (36) warga Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Nusa Tenggara Barat, yang beralih menjadi pengedar narkotika jenis Sabu setelah terkena PHK dari tempatnya bekerja di sebuah hotel di Gili Trawangan.

Namun, dia tidak lama menikmati hasil bisnis haramnya karena ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram.

"Pelaku ini sebelumnya karyawan hotel di Gili Trawangan. Tapi terkena PHK dan beralih jualan sabu," ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson, Selasa (22/9/2020).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika di sekitar Kebun Sari. Penyelidikan membawa petugas ke kediaman MI di mana dia kemudian ditangkap.

Saat penangkapan, MI sempat melarikan diri ke kamar mandi namun berhasil digagalkan oleh petugas. 

"Pelaku ingin membuang barang bukti tapi kami gagalkan," bebernya.

Dari kamar mandi dan pengledahan di dapur dan kamar pelaku. Petugas mendapatkan enam poket kristal bening yang diduga sabu. Ada juga uang sebesar Rp640 ribu yang diduga hasil transaksi sabu. Seluruhya dijadikan barang bukti oleh petugas.

"Sabunya itu enam poket dengan berat 0,64 gram. Kita juga temukan sejumlah alat untuk mengonsumsi narkotika,’’ tuturnya. 

Menurut pengakuan pelaku di depan petugas, sabut itu didapatkan dari seseorang yang identitasnya telah dikantongi petugas. Poketan yang dibeli lalu dipecah untuk selanjutnya dijual.

"Dia dapat untung juga. Sabunya juga ada yang dipakai sendiri," kata Ericson.

MI pun mengaku, belum terlalu lama terlibat di bisnis haram narkotika, baru beberapa bulan.

"Partai kecil saja jualannya. Karena dia beli yang poketan kecil. Jualnya juga ke orang-orang yang sudah dia kenal," ungkap Ericson.

MI terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1) undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini