SOLO - Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa ormas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akan "menghitamkan" Plasa Manahan Solo, Selasa (22/9/2020) malam. Informasi itu beredar pasca penganiayaan terhadap tiga orang anggota PSHT oleh orang tak dikenal (OTK) di Kawasan Mojosongo, Solo.
Aksi tersebut diduga digelar untuk PSHT mempertanyakan sejauh mana pengusutan kasus penganiayaan terhadap tiga anggotanya kepada pihak Kepolisian dan mendukung pihak Kepolisian untuk segera menemukan pelaku pengeroyokan.
BACA JUGA: Truk Pengangkut Puluhan Pesilat PSHT Masuk Jurang di Madiun
Ketua PSHT Cabang Khusus Keraton Solo yang sekaligus Wakil Ketua Advokasi dan Hukum PSHT Pusat Madiun KP Eddy Wirabhumi tegaskan sejak awal berbagai pihak telah berupaya untuk meredam agar para anggota tidak terprovokasi dengan kasus yang saat ini terjadi.
"Menyikapi hal itu jangan gegabah, jangan gampang terprovokasi. Apalagi yang berpotensi melawan hukum," jelas Wirabumi kepada Okezone, Selasa sore.
Dia meminta agar semau mempercayakan kasusnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa pelaku pengeroyokan yang terjadi Selasa pekan lalu (15/9/2020) itu. Jangan membuat sesuatu hal yang bisa berpotensi mengakibatkan masalah hukum.
BACA JUGA: Akhiri Pertikaian, Pelepasan Burung Merpati Tandai Deklarasi Damai Bonek dan PSHT
"Apalagi saat ini masih dalam massa pandemi Covid, jangan menimbulkan adanya klaster baru lagi," tegasnya.
Dirinya juga tidak menampik, jika informasi adanya aksi malam nanti dipicu kejadian sepekan lalu. Dan kejadian seperti itu apakah itu menimpa orang biasa menimpa aparat, menimpa anggota PSHT sekalipun sudah masuk tindak pidana penganiayaan. dan masuk ke ranah hukum.
"Sama seperti kasus penganiaayaan tiga anggota PSHT pekan lalu. Biarkan petugas Kepolisian yang mengusutnya sampai tuntas," tegasnya.