Pabrik Aqua Kerendam Imbas Banjir Bandang Cicurug

INews.id, · Selasa 22 September 2020 01:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 525 2281553 pabrik-aqua-kerendam-imbas-banjir-bandang-cicurug-ehGl5j3cBn.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SUKABUMI - Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cicurug, Sukabumi, berdampak pada pabrik Aqua yang ikut terendam banjir, pada Senin 21 September 2020. Situasi ini menyebabkan operasi pabrik harus dihentikan.

Banjir bandang di Cicurug, Sukabumi terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Citarik – Cipeuncit, pukul 17.10 WIB. Air dengan cepat menerjang lima desa antara lain Pasawahan (Kampung Cibuntu), Cisaat (Kampung Cipari), Mekarsari (Kampung Lio dan Nyangkowek), serta Bangbayang (Perum Setia Budi).

Selain merusak rumah dan harta benda lainnya, banjir juga menggenangi pabrik Aqua. Kabar pabrik Aqua di Cicurug terendam banjir ramai dibicarakan warganet di linimasa media sosial. Warganet juga mengunggah video singkat ruang produksi air minum dalam kemasan Aqua yang sudah terendam air banjir.

 Baca juga: 3 Warga Terseret Banjir Bandang Cicurug, Ini Identitasnya 

Menanggapi hal itu, VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh membenarkan informasi tersebut. Vera memastikan semua mesin produksi telah dimatikan sesuai dengan protokol keselamatan dalam situasi darurat.

"Pada 21 September 2020, Senin malam ini telah terjadi banjir lokal di sekitar pabrik PT Aqua Golden Mississippi, Mekarsari, Sukabumi," kata Vera.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini seluruh karyawan dalam kondisi aman," lanjutnya.

 Baca juga: Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut

Perusahaan belum bisa merinci kerugian yang ditimbulkan akibat banjir. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi, dan Kodim Sukabumi sudah berada di lokasi banjir.

Sebanyak dua belas rumah hanyut saat banjir bandang menerjang Kecamatan Cicurung, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020) sore. Selain itu, puluhan rumah lainnya masih terendam air bercampur lumpur.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan 12 rumah hanyut, 85 rumah terendam dan 1 unit mobil tersapu banjir bandang.

“BPBD masih melakukan pendataan kerugian materiil di lapangan. Sampai dengan informasi diterima, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin malam.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini