Balada Siswa SD di Daerah Blank Spot Pedalaman Bengkulu (2)

Demon Fajri, Okezone · Rabu 23 September 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 340 2282483 balada-siswa-sd-di-daerah-blank-spot-pedalaman-bengkulu-2-hSeNUxxNg2.jpg Siswa di Desa Sebelat Ulu tak bisa sekolah online karena berada di daerah blank spot. Foto: Demon Fajri

BENGKULU - Desa Sebelat Ulu merupakan permukiman yang berada di dalam pedalaman Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Belakangan siswa di sana kesulitan dalam menempuh pendidikan.

Bagaimana tidak, pemerintah menerapkan sekolah online pada masa pandemi Covid-19 ini. Sementara orangtua atau siswa SD di sana kesulitan mengenai fasiltas. Boro-boro memiliki hp atau laptop, sinyal pun tak ada di desa tersebut.

Ya, desa itu masuk ke dalam wilayah blank spot. Oleh karena itu perlu cara lain untuk memberikan pendidikan kepada siswa SD di desa tersebut.

''Siswa SD Negeri 06 Lebong ini memiliki 42 siswa, dari kelas I sampai kelas VI,'' ujar Sumarwan sang kepala sekolah beberapa waktu lalu.

Dalam memberikan mata pelajaran, Sumarwan sebenarnya dibantu 5 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 4 tenaga honorer. Namun itu tidak cukup ketika sekolah door to door dilakukan sebagai solusi problem sekolah virtual yang tak bisa dilakukan.

Melihat hal ini, Prajurit TNI dari Kodim 0409/Rejang Lebong, Bengkulu, Serka Edri Aras dan Sertu Feri Salahidin hadir memberikan solusi. Keduanya membantu menyambangi dan mengumpulkan siswa di desa ini ke dalam satu rumah.

Baca Juga: Balada Murid SD di Daerah Blank Spot Pedalaman Bengkulu (1)

''Prajurit TNI yang mendatangi rumah-rumah siswa sekolah dasar memberikan pembelajaran wawasan kebangsaan dan tata cara hidup sehat di masa pandemi Covid-19,'' kata Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Inf. Sigit Purwoko, saat ditemui okezone, Selasa 22 September 2020.

 

Salah satu siswa kelas I SD itu, Andriko merasa bahagia dengan kehadiran prajurit TNI yang memberikan tambahan mata pelajaran.

Bagi, Andriko, apa yang disampaikan prajurit TNI memberikan tambahan pengetahuan. Khususnya wawasan kebangsaan dan pencegahan dalam penularan covid-19. ''Senang sekali dapat pengetahuan dari prajurit TNI,'' ucapnya.

Lebih lanjut Sumarwan mengatakan TNI memang hadir memberi wawasan baru kepada anak didiknya.

''Sekolah ini berada di pelosok, bukan berarti seluruh siswa tidak mendapatkan pelajaran yang sama dengan siswa sekolah dasar lainnya. Kehadiran prajurit TNI di Desa Sebelat Ulu sangat membantu, khususnya memberikan mata pelajaran tambahan siswa-siswa di rumah-rumah,'' sampai Sumarwan.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, Mustarani Abidin mengakui Desa Sebalat Ulu merupakan salah satu desa terjauh di Kabupaten Lebong yang masuk daerah blank spot. Dari pemerintah daerah, kata Mustarani, memiliki komitmen untuk pembangunan desa itu.

Dalam pembangunan non fisik maupun fisik tentu membutuhkan kerjasama dengan TNI. Selain itu akan diberikan beasiswa untuk jabatan guru di desa tersebut.

''Kami menyiapkan program beasiswa untuk jabatan guru. Mereka yang mengajar di desa pelosok mendapatkan uang insentif. Kami juga masih mengusahakan guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) untuk diprioritaskan menjadi Aparatur Sipil Negara,'' jelas Mustarani.

''Ini akan diajukan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BKN agar diprioritaskan,'' pungkas Mustarani.

Sebelumnya dikabarkan ketika memasuki desa yang dikelilingi perbukitan ini, setiap pendatang akan disambut dengan plang Selamat Datang di Desa Sebelat Ulu. Plang itu berada di gerbang masuk desa.

Namun ketika masuk ke daerah ini, pendatang harus bersiap untuk terputus dengan dunia luar. Ya karena itu tadi, desanya masih blank spot.

Intinya semua orang akan terputus komunikasinya dengan orang luar. Padahal anak didik di sana butuh internet atau saluran tekefon untuk menjalankan sekolah online.

''Di sini (Desa Sebelat Ulu) tidak ada signal. Daerah ini blank spot. Beginilah balada siswa sekolah dasar yang tinggal di daerah blank spot perbatasan TNKS,'' kata Sumarwan, si Kepala Sekolah SDN 06 Lebong.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini