Menteri Sri Lanka Panjat Pohon Kelapa saat Bicara dengan Wartawan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 24 September 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 18 2283123 menteri-sri-lanka-panjat-pohon-kelapa-saat-bicara-dengan-wartawan-7yiPnSlh6D.jpeg Ilustrasi. (Foto: Pexels)

KOLOMBO - Kelangkaan kelapa di Sri Lanka membuat seorang menteri sangat kesal sehingga dia memanjat pohon buah serba guna tersebut untuk membuktikan perkataannya. Aksi nyentrik sang menteri itu dia lakukan selama konferensi pers pekan lalu.

Politikus yang diidentifikasi sebagai Arundika Fernando itu memanjat pohon kelapa di perkebunannya di Kota Dankotuwa, dengan memegang buah kepala di salah satu tangannya dan kulit kayu di tangan lainnya.

BACA JUGA: 3 Rajapaksa Dilantik Duduk di Kabinet Baru Sri Lanka

Fernando yang merupakan Menteri Negara Promosi Budidaya Kelapa, serta Diversifikasi Produk Industri Terkait Manufaktur dan Ekspor, terlihat memanjat pohon dengan menggunakan alat baru yang diperkenalkan oleh penemu lokal dari wilayah Warakapola, demikian diwartakan media lokal.

“Kami berharap dapat memanfaatkan setiap bidang tanah yang tersedia untuk budidaya kelapa dan mendorong industri menjadi salah satu yang dapat menghasilkan devisa negara,” kata Fernando sebagaimana dilansir Gulf News.

Berbicara kepada personel media pada Jumat (18/9/2020), Fernando dari atas pohon mengatakan harga kelapa meningkat karena permintaan produk terkait kelapa di seluruh dunia.

BACA JUGA: Rajapaksa Umumkan Kemenangan dalam Pemilu Sri Lanka

Sang menteri kemudian mengatakan bahwa mereka yang dipekerjakan untuk memetik kelapa harus dibayar LKR100 (sekira Rp8.000)per pohon, media Sri Lanka melaporkan.

Meski ada penurunan tajam jumlah pegawai petik kelapa, Menteri Fernando berjanji tidak akan mengimpor buah meski ada kenaikan harga.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini