Olly Dondokambey - Steven Kandouw Klaim Sukses di Sektor Kesehatan Dimasa Kepemimpinannya

Subhan Sabu, Okezone · Rabu 30 September 2020 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 340 2286017 olly-dondokambey-steven-kandouw-klaim-sukses-di-sektor-kesehatan-dimasa-kepemimpinannya-CcmGXLcOsK.jpg Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey - Setven Kandouw (foto: Istimewa)

MANADO - Data di akhir tahun 2019, Sulawesi Utara (Sulut) dinobatkan sebagai Provinsi Sehat oleh pemerintah pusat karena 11 dari 15 Kabupaten dan Kota telah dinyatakan sebagai Kabupaten/Kota sehat. Catatan itu meningkat tajam dari data 2017 yang baru 6 Kabupaten/Kota saja.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, dimasa kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven O E Kandouw berkomitmen menjadikan masyarakat Sulut sehat, mandiri dan berkeadilan.

Terbukti dengan getolnya Olly mendorong desa untuk memiliki Pos Binaan Terpadu (PosBindu) yang membawa hasil dimana meningkat dari 195 desa (2016) menjadi 896 desa (2019).

Begitupun dengan cakupan imunisasi anak yang sukses dari persentase anak usia 0-1 tahun yang mendapat imunisasi dasar lengkap, meningkat dari 80,2% menjadi 94,9% pada 2019.

Daerah yang eliminasi malaria pun meluas. Sebelumnya ada 2 daerah pada 2016 menjadi 6 kabupaten/kota (2019). Usia harapan hidup meningkat dari 71,02 (2016) menjadi 71,26 (2018).

Kemudian program prioritas nasional yaitu stunting, Olly dan Steven mampu menurunkan prevalensi stunting dari 35 persen (Riskesdas 2013) menjadi 25,5 persen (2018).

Ada juga cakupan kesehatan universal atau UHC dari 77,2% menjadi 99,3% pada 2019. Target 95 persen persentase obat dan perbekalan kesehatan di fasilitas kesehatan, mampu terealisasi hingga 105,2 persen.

Gubernur Olly sangat concern terhadap kasus kematian Balita dan ibu. Dimana jika pada 2016 tercatat angka kematian Balita sebanyak 266 kasus, justru semakin turun di angka 137 kasus saja pada November 2019. Begitu pula dengan angka kematian ibu semakin berkurang dari 54 kasus (2016) menjadi 44 kasus (November 2019).

Menurut Kadis Kesehatan Sulut dr. Debby Kalalo, pergerakan positif tersebut sangatlah dipengaruhi oleh program Pemprov Sulut melalui Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw yang telah membawakan hasil, termasuk dalam memperbaiki kualitas SDM dan fasilitas kesehatan sangat jelas terlihat.

Dari 195 Puskesmas yang telah terakreditasi. Jika 2016 hanya 20 Puskesmas, justru tahun 2019 meningkat tajam hingga 91,2 persen Puskesmas terakreditasi. Kemudian fasilitas kesehatan rujukan, yang telah mencapai 87,2 persen RS terakreditasi. Jika pada 2016 hanya 11 RS terakreditasi, meningkat jadi 41 RS terakreditasi pada 2019.

Tak berhenti di situ, Gubernur Olly terus menghadirkan berbagai inovasi demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang dapat dilihat. Mulai dari menghadirkan layanan RS Kelas B sebagai pusat rujukan, Pengembangan RS Mata sebagai pusat rujukan kesehatan mata Indonesia bagian timur,

Selain itu juga, ada pembangunan RS Jiwa sebagai pusat rujukan kesehatan jiwa di Indonesia bagian timur sampai pada pengembangan RSUD Noongan sebagai RS rujukan regional, Pengembangan RSUD Bitung dan pembangunan RSUD Kota Kotamobagu sebagai RS rujukan regional.

Gubernur Olly juga telah menghadirkan pelayanan klinik mata, Pengembangan Poliklinik Kantor Gubernur menjadi Klinik Pratama, ada juga pelayanan Kegawatdaruratan Terpadu lewat PSC 119, Pelayanan pengaduan HALO SEHAT 1500-568 termasuk tersedia informasi publik tentang kesehatan melalui layanan Radio Streaming Suara Sehat Sulut.

Sangat memuaskan apa yang dibuat dan dilakukan oleh Pemprov Sulut melalui gubernur dan wagub khususnya pembangunan di sektor kesehatan dengan capaiannya.

“Bahkan jauh sebelumnya sudah banyak capaian yang didapat”, kata kadis kesehatan Dr. Debby kalalo.

Dimana keberhasilan dan kontribusi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam bidang kesehatan telah mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat juga dalam bentuk penghargaan di antaranya:

Pencapaian tertinggi untuk indikator janji presiden program P2P dalam indikator suspek malaria yang dikonfirmasi dan kasus malaria positif yang diobati sesuai standar tahun 2016;

Pencapaian kinerja terbaik program penanggulangan TB 2016;

Mendapatkan sertifikasi dari eleminasi malaria untuk dua kab/kota di Sulawesi Utara yakni, Kota Tomohon dan Kab. Minahasa;

Juara II lomba website antar Dinas Kesehatan Provinsi ditingkat nasional;

Mendapatkan tatanan kawasan sehat untuk kab/kota (Minahasa Utara, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, Kotamobagu, Bitung dan Tomohon);

Terakreditasinya RSUD Noongan Versi 2012 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit;

Diterbitkannya sertifikat tanah oleh badan pertanahan;

Juara IV Hospital Family Planning Project PERSI Award-IHMA.

Olly Dondokambey pun mengapresiasi dengan prestasi yang dicapai di sektor kesehatan, bahkan penghargaan yang didapat selama ini. Dan tentu bukan hanya prestasi pembangunan non fisik saja tapi harus seimbang dengan pembangunan Fisik.

“Capaian-capaian yang diperoleh dinas kesehatan tentu sangatlah membanggakan kita semua terlebih bagi masyarakat sulut”, ungkap Olly

Bahkan ketika Pandemi Covid-19 datang, Pemprov Sulut melalui Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw terus melakukan terobosan dalam sektor kesehatan. Dinas kesehatan sebagai garda terdepan mengharuskan untuk alih konsen, apalagi penanganan covid yang sudah memasuki kurun waktu kurang lebih lima bulan dan hingga saat ini masih berlanjut.

Dalam situasi sulit seperti sekarang ini, Pemprov Sulut tidak berpasrah diri tetap semangat dan bangkit dengan terobosan menggairahkan dan bahkan ada langkah-langkah yang diambil sehingga tetap eksis dalam program kegiatan yang terencana.

Menurut Gubernur Olly bekerja di masa pandemi ini gampang-gampang susah, apalagi di sektor kesehatan yang terbagi fokus untuk Penanganan pandemi sebagai garda terdepan tapi di sisi lain ada tugas protap yang harus dilakukan. Syukurlah sebelum pandemi datang, Pemprov Sulut, Dinas Kesehatan telah menunjukkan banyaknya prestasi yang dicapai.

"Saya mengingatkan janganlah karena pandemi kita menjadi lemah, tapi kita harus menjadi kuat dan lawan dengan penuh optimisme, kerja keras, kerja bersama pasti semuanya dapat dilalui," pungkas Olly.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini