Api Abadi Mrapen Padam Total

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 02 Oktober 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 512 2287508 api-abadi-mrapen-padam-total-Qo5TOKBnwi.jpg Api Abadi Mrapen saat masih menyala (Foto: iNews)

SEMARANG – Api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam sejak 25 September. Sebelum padam, sempat terjadi semburan air bercampur gas saat pengeboran sumur yang berlokasi tak jauh dari Mrapen. 

Kasi Energi Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto, menyampaikan, meski semburan itu berhasil ditutup, tapi sampai saat ini air dan gas masih merembes. Pihaknya juga belum bisa memastikan aktivitas pengeboran itu yang menyebabkan api abadi Mrapen padam.

Api abadi tersebut biasa digunakan untuk sumber api obor sejumlah even olahraga baik nasional maupun internasional. Termasuk untuk prosesi kegaiatan keagamaan umat Budha yang dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan sudah mendapatkan informasi tentang padamnya api abadi Mrapen. Bahkan, dirinya sudah menerjunkan tim khusus dari Dinas ESDM Jateng untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan.

"Saya minta Dinas ESDM untuk ngecek, apakah ada sesuatu yang menyebabkan matinya api abadi Mrapen. Apakah karena cadangan sumber daya yang ada di dalamnya habis, atau karena ada pengaruh eksploitasi dari kanan kirinya. Saya minta dilakukan pengecekan," kata Ganjar, Jumat (2/10/2020).

Dia menerangkan, kalau matinya api abadi Mrapen akibat sumber gas yang ada di dalamnya habis, maka itu berarti karena faktor alam. Dia mengumpamakan, di bawah api abadi Mrapen terdapat ruangan-ruangan yang berisi gas. Gas itu keluar sedikit demi sedikit sebagai sumber dari api abadi Mrapen.

"Kalau gasnya habis, ya pasti mati. Jadi alamnya gimana," jelasnya.

Atau lanjut Ganjar, ada kemungkinan lain yang menjadi penyebab matinya api abadi Mrapen. Di antaranya gangguan dan eksplotasi wilayah yang ada di sekitarnya.

"Mungkin ada gangguan kiri kanannya. Bisa jadi ternyata di sebelahnya ada orang yang melakukan tindakan yang mengganggu. Umpama, ada orang menggali di sini, kemudian gasnya bocor ke lubang yang digali itu. Saya minta tim mengecek dan menyelidiki sekaligus melakukan penelitian," tegasnya.

Kalau matinya api abadi Mrapen disebabkan karena adanya aktivitas eksploitasi disekitarnya, maka Ganjar meminta tim melakukan tindakan. "Saya minta ahli-ahli Geolog ini untuk melakukan tindakan. Tapi sekarang sedang kita cek, saya minta dilapori perkembangannya," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini