Bertampang Gahar, Anak Punk Mewek saat Ditangkap Polisi

Firdaus, iNews · Jum'at 02 Oktober 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 610 2287213 bertampang-gahar-anak-punk-mewek-saat-ditangkap-polisi-v4NAeduotd.jpg Salah seoeang anak punk menangis saat ditangkap polisi/Foto: Firdaus-iNews

PALEMBANG - Puluhan preman jalanan bertato berkedok pengamen dan juru parkir diamankan Jatanras Polda Sumatra Selatan. Polisi juga menyita lem serta minuman keras jenis tuak dari tangan mereka.

Sebagian dari pereman tersebut bertampang gahar. Lucunya, salah satu remaja berpenampilan punk menangis saat ditangkap petugas.

Kegiatan pengamanan yang digelar Polda Sumatera Selatan ini menindaklanjuti laporan maraknya pemerasan dan pungutan liar di perempatan lampu merah Soekarno-Hatta, Palembang.

Berbekal informasi, polisi langsung menangkap sekelompok anak punk yang diduga melakukan pemerasan. Salah satu anak punk, Angga menangis saat digelandang petugas. Ia menangis lantaran takut karena baru pertama kali ditangkap polisi.

"Biasanya saya mencari uang bersama teman di persimpangan lampu merah Soekarno-Hatta. Sehari bisa mendapatkan uang Rp30 ribu. Uang itu untuk makan dan membeli tuak," kata Angga, Jumat (2/10/2020).

Kemudian polisi menggerebek sekelompok remaja yang sedang mabok lem. Mereka hanya bisa terdiam karena pengaruh menghisap lem.

Razia juga dilakukan pada persimpangan lampu merah Macan Lindungan, Pasar Kuto serta Pasar 16 Ilir Palembang. Sebanyak 46 orang preman jalanan berkedok juru parkir dan pengamen ditangkap.

Para preman tersebut digelandang ke Mapolda Sumatra Selatan.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumatra Selatan Kompol Suryadi menjelaskan, puluhan preman jalanan akan didata. Tujuannya, untuk mengetahui apakah mereka terkait aksi kriminalitas lainnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini