Kesal Ditipu Masalah Proyek, Kakek Ini Bunuh Temannya

Ade Putra, Okezone · Minggu 04 Oktober 2020 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 340 2288328 kesal-ditipu-masalah-proyek-kakek-ini-bunuh-temannya-tLbiqBkzSz.jpg Lokasi pembunuhan di Pontianak (foto: Okezone.com/Ade)

PONTIANAK - Warga Kota Pontianak terkejut melihat mayat seorang pengendara motor tergeletak penuh darah di jalanan, Minggu (4/10/2020) sekitar pukul 09.30 WIB. Sementara sepeda motor yang digunakannya tumbang dan berjarak cukup jauh dari mayat tersebut.

Awalnya, diduga merupakan korban tabrak lari. Ternyata mayat yang tergeletak di Gang Sawit, Jalan A Rahman Saleh, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) itu merupakan korban pembunuhan.

Belakangan diketahui pria paruh baya itu berinisial BR. Warga Gang Teluk Permai Kapuas, yang berusia 58 tahun. Dia diduga dibunuh oleh EP (62) warga Parit Haji Husein (Paris) 1, Pontianak Tenggara.

 Mayat

Kapolresta Pontianak, Kombes Komarudin mengatakan, EP diamankan warga pascakejadian. Kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.

“Kita mendapat laporan tadi pagi, sekaligus masyarakat mengantarkan yang bersangkutan (EP) ke Polsek Pontianak Selatan,” jelas Komarudin kepada wartawan.

Dalam pemeriksaan awal, Komarudin mengatakan, diketahui insiden nahas ini bermula dari rasa kecewa EP terhadap korban. Sebelumnya, korban berjanji akan memberi EP pekerjaan proyek. Untuk itu, EP harus menyetor sejumlah uang ke korban.

 

Kemudian, proyek pekerjaan yang dinanti tak kunjung ada. Sementara EP sudah berulangkali memberi korban uang hingga puluhan juta rupiah. Kepada polisi, EP mengakui perbuatannya.

"Berdasarkan interogasi, dia kecewa terhadap korban yang menjanjikan kegiatan proyek,” terang Komarudin.

Sebelum nahas itu menimpa korban, dia bertemu dengan EP di Gang Sawit, Jalan A Rahman Saleh atau biasa disebut BLKI. Suatu kawasan yang tembus ke Paris 1. "Keduanya sempat cekcok dan terjadi perkelahian," terangnya.

Hingga akhirnya EP mengeluarkan pisau dan menikamkannya ke tubuh korban. Ada beberapa luka tusuk di punggung, perut dan lengan. Untuk pastinya, kepolisian masih menunggu hasil visum. Sementara jenazah korban masih di rumah sakit.

Atas perbuatannya, EP dijerat Pasal 340 dan atau Pasal 338 dan atau Pasal 351 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara atau maksimal seumur hidup. Polisi juga masih mendalami kasus ini.

"Terkait apakah ada unsur berencana atau tidak dalam kasus ini,” tutup Komarudin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini