Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kronologi Pembunuhan Ibu dan Anak di Pontianak, Pelaku Ketuk Pintu Dini Hari

Ade Putra , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2020 |11:43 WIB
Kronologi Pembunuhan Ibu dan Anak di Pontianak, Pelaku Ketuk Pintu Dini Hari
Prarekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Pontianak. Foto: Ade Putra
A
A
A

PONTIANAK - Misteri penemuan mayat SS (39) beserta anak kandungnya GB (19) di rumah korban di Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terungkap. Kedua korban dibunuh Al, seorang pria 49 tahun tak lain merupakan suami ketiga SS atau ayah tiri GB.

Kasus yang sempat menghebohkan warga setempat masih ditangani Polresta Pontianak di bawah kepemimpinan Kombes Pol Komarudin. Prosesnya sudah sampai tahap pra rekonstruksi. Ada 22 adegan yang diperagakan Al dalam pra rekonstruksi di lokasi kejadian pada Sabtu (3/10/2020) kemarin.

Sepanjang proses pra rekonstruksi, Al terlihat terus menangis penuh penyesalan. Sesekali dia menyebut minta maaf kepada warga yang melototinya dengan pandangan geram. Pra rekonstruksi ini dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap agar bisa mengantisipasi amukkan massa.

Lalu bagaimana sebenarnya kronologi kasus ini? Beriku runutan kasusnya berdasarkan keterangan polisi dan pantauan pra rekonstruksi:

Pada Minggu 20 September 2020 malam, pelaku berinisial Al sempat berada di Jalan Banjar Serasan. Ia bertanya ke warga setempat, "Ada Sumi (SS) nggak," tanya Al.

Untuk memastikan keberadaan SS, Al mendatangi rumah korban menggunakan sepeda motor pada Senin 21 September 2020 dini hari. Jadi, Al langsung mengetuk pintu sambil memanggil nama SS dan GB.

Sementara GB melakukan chat dengan temannya bahwa ada yang menggedor pintu rumahnya. Ini dibuktikan dengan temuan polisi bahwa chat terakhir di handphone GB menunjukkan pukul 00.44 WIB. Percakapan GB dengan temannya inilah yang dijadikan petunjuk awal kepolisian.

Lebih lanjut, setelah membukakan pintu untuk AI, SS kemudian duduk di kursi ruang tamu di samping pintu.

Saat itu Al langsung jongkok dan memohon kepada SS agar tak bercerai. Namun pada akhirnya Al dan SS beradu mulut bertengkaran hebat.

Kemudian Al keluar rumah, kebetulan ada sebatang besi padat komponen speedboat. Al langsung menghantam wajah SS dengan besi itu.

Baca Juga: Bunuh Istri dan Anaknya, Suami : Saya Sayang Dia

GB yang mengetahui pemukulan itu berusaha menolong ibunya dengan membalas menghantam Al menggunakan ulekan batu atau cobek.

Mendapat pukulan di kepala, Al langsung menghantam GB dengan besi yang masih dipegangnya. GB pun tersungkur di ruang tengah rumahnya.

Tak sudah begitu saja, melihat GB bergerak, Al kembali menghantamkan besi ke kepala anak tirinya itu untuk memastikan agat tak bergerak.

Kemudian, Al kembali mendatang SS dan memukul kepalanya sebanyak tiga kali. Tubuh SS pun dipukul menggunakan besi padat itu hingga tersungkur dan tak bergerak.

Baca Juga: Berawal dari Kiriman Video Asusila, Suami Bunuh Istri dan Anak

Selanjutnya Al keluar dan dia mengunci rumah dari luar. Kunci dan besi padat tadi dibuangnya untuk menghilangkan jejak.

Al kemudian lari menuju rumahnya di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Perjalanan bermotor ke sana sekitar satu jam. Dalam perjalanan, ia sempat menelefon anak kandungnya dari istri yang dahulu dinikahi sebelum SS.

Dalam sambungan telefonnya ia berkata: "Siapkan speedboat dan bensin 40 liter," ujar Al kala itu. Anaknya yang berinisial F pun menjalankan perintah si ayah tanpa mengetahui kejadian sebenarnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement