Demo di DPRD Jabar Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Paksa Mahasiswa

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 06 Oktober 2020 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 525 2289482 demo-di-dprd-jabar-ricuh-polisi-tembakan-gas-air-mata-bubarkan-paksa-mahasiswa-kQ0UlGWXxC.jpg Demo mahasiswa tolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan DPRD Jawa Barat ricuh (Foto:Ist/Sindonews)

BANDUNG - Sejumlah polisi anti huru hara membubarkan paksa aksi unjuk rasa (unras) mahasiswa yang menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (6/10/2020) petang. Pembubaran paksa dilakukan polisi dengan menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa yang tetap bertahan di depan Gedung DPRD Jabar. Belasan kali tembakan gas air mata dilepaskan oleh polisi.

Pembubaran paksa dilakukan polisi karena massa aksi unras itu tak kunjung membubarkan diri hingga batas waktu aksi pukul 18.00 WIB. "Kami imbau massa untuk membubarkan diri," tegas salah seorang polisi dari mobil komando.

Sementara itu, pasukan anti huru hara bersiaga dengan tameng untuk memukul mundur massa aksi. Tampak sejumlah massa aksi melempar polisi dengan spanduk hingga kayu.

Baca Juga:  Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung Ricuh, Mobil Berplat Merah Dirusak 

Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar sendiri berujung ricuh. Kericuhan tampak saat massa aksi merangsek masuk ke dalam Gedung DPRD Jabar.

Selain menggoyang-goyangkan pintu gerbang Gedung DPRD Jabar, mereka juga melempari gedung DPRD Jabar dengan batu hingga botol air mineral.

Tidak hanya itu, massa aksi juga melakukan perusakan terhadap satu unit mobil polisi bertuliskan Mobile Covid Hunter di bagian kapnya. Massa menyerang mobil yang sedang terparkir itu dengan menggunakan batu dan benda-benda lainnya.

Baca Juga:  Demo Tolak UU Cipta Kerja Picu Kerumunan, Ini Imbauan Satgas Covid-19

Sekitar pukul 18.10 WIB atau selepas adzan magrib, polisi akhirnya membubarkan paksa massa aksi dengan tembakan gas air mata hingga mereka berlarian ke berbagai arah.

Hingga pukul 18.30 WIB, kondisi di lokasi masih mencekam dan ruas Diponegoro pun ditutup.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini