Motif Batik yang Mendunia

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Rabu 07 Oktober 2020 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 1 2289666 motif-batik-yang-mendunia-WlyJlfaewp.jpg Foto: Dok Infobatik

Indonesia memiliki beragam motif batik dari berbagai daerah yang menjadi ciri khas budaya nusantara hingga hari ini. Motif batik Indonesia pun sudah dikenal sampai ke mancanegara. Bahkan, batik telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda asli dari Indonesia oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Sejak saat itulah setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik nasional.

Batik tidak lagi dianggap sebagai pakaian kuno. Corak batik Indonesia sudah semakin bervariasi yang membuat kesan batik menjadi lebih elegan dan berkelas. Anak-anak muda milenial juga tidak sungkan mengenakan baju batik dalam berbagai kesempatan, baik itu pada acara formal maupun kegiatan lainnya.

Desain batik yang ada #DiIndonesiaAja amat beragam dan sudah sangat populer baik di dalam negeri maupun mancanegara. Beberapa bahkan pernah dipakai oleh para petinggi negara, selebritis ternama, serta masyarakat dari kalangan biasa. Berikut 10 motif batik yang populer dan sudah dijual ke beberapa negara :

Motif Sogan

Motif sogan dikenal sebagai motif batik bernuansa klasik yang sangat identik dengan keraton Jawa. Motifnya pun kebanyakan mengikuti pakem motif klasik keraton. Batik sogan dari daerah Yogyakarta dominan berwarna cokelat tua-kehitaman dan putih, sedangkan sogan dari daerah Solo cenderung berwarna cokelat-oranye dan cokelat.

 

(Infobatik)

Motif Batik Tujuh Rupa

Motif batik tujuh rupa dari Pekalongan termasuk ke dalam salah satu jenis motif batik Pekalongan yang sangat kental dengan nuansa alam, tidak mengherankan jika ornamen yang ditampilkan pun biasanya lebih banyak menggambarkan hewan atau tumbuhan. Batik Pekalongan punya keunggulan pada penggunaan warna. Sehelai kain batik bisa menggunakan delapan warna, sehingga terlihat lebih indah dan menarik dibanding batik-batik dari daerah lainnya.

(Infobatik)

Motif Mega Mendung

Sepintas terlihat sangat sederhana, namun siapa sangka jika motif batik mega mendung dari Cirebon ini mampu memberikan kesan yang mewah dan elegan. Keindahan motif mega mendung tidak hanya terlihat pada gambarannya yang tegas dan menarik, tetapi nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya juga sangat luhur dan penuh makna. Batik motif mega mendung ini bahkan pernah dipakai sebagai sampul buku berjudul “Batik Design” yang ditulis oleh seorang seniman Belanda bernama Pepin van Roojen.

 

(Infobatik)

Motif Gentongan

Ditinjau dari segi desainnya, motif batik gentongan dari Madura sebenarnya terbilang sangat unik dan eksklusif karena proses pembuatannya sedikit berbeda dengan batik dari daerah lain. Untuk membuat kain batik gentongan dibutuhkan alat yang bernama gentong atau gerabah sebagai tempat untuk mencelup kain batik pada cairan warna.

 

(Infobatik)

Motif Batik Keraton

Motif batik keraton dari Yogyakarta memiliki ciri khas motif yang simetris. Proses pembuatannya yang rumit dan selalu disertai dengan serangkaian ritual khusus, batik keraton juga mengandung filosofi tinggi yang terungkap dari motifnya. Karena dianggap sakral, dulu motif batik keraton bahkan sempat dilarang untuk dikenakan oleh masyarakat umum. Namun kini motif batik keraton bisa dibilang sebagai motif yang paling banyak dipakai baik orang Indonesia maupun orang luar.

 

(Infobatik)

Motif Simbut Dari Banten

Motif simbut bisa dibilang sebagai motif batik yang paling sederhana karena sebagian besar motifnya didominasi oleh detail berbentuk daun yang sangat mirip dengan daun talas. Menurut sejarah pembuatan batik simbut ini tidak menggunakan lilin malam, tetapi menggunakan bubur kentang sabagai sebagai perintangnya.

 

(Infobatik)

Motif Kawung (Jawa Tengah dan Yogyakarta)

Sesuai dengan namanya motif batik kawung umumnya memiliki pola yang sangat mirip dengan buah kawung, sejenis kelapa atau disebut juga dengan buah kolang-kaling. Motif batik ini juga diartikan sebagai gambar bunga teratai dengan empat lembar daun bunga yang merekah.

 

(Infobatik)

Motif Parang

Kata parang berasal dari kata pereng atau miring. Bentuk motifnya pun lebih terlihat seperti huruf “S” yang miring berombak dan memanjang. Tersebar hampir merata di seluruh pulau Jawa, aksen yang terdapat pada batik motif parang tersebut umumnya memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda. Jika di daerah Yogyakarta terdapat motif parang rusak dan juga batik parang barong, maka di Jawa Tengah terdapat parang slobog. Di Jawa Barat pun ada juga batik yang dikenal dengan parang klisik.

 

(Infobatik)

Motif Priyangan

Motif rumput dan tumbuhan memang identik dengan batik priyangan dari Tasikmalaya. Hal utama yang membedakan batik priyangan dengan batik lain adalah tumbuhan yang digambar pada motif ini disusun secara rapi dan simetris sehingga terkesan lebih elegan baik dari segi kerapian ataupun corak warnanya.

 

(Infobatik)

Motif Pring Sedapur

Motif batik pring sedapur dari Magetan sering disebut juga sebagai batik pring. Batik ini tidak hanya indah dalam kesederhanaan motifnya, namun filosofi yang tertanam di dalamnya juga sangat mendalam. Dimana tumbuhan bambu yang tergambar dalam batik pring ini memberikan makna ketentraman, keteduhan dan juga kerukunan.

 

(Infobatik)

Yuk, wujudkan rasa cinta Tanah Air dengan bangga pakai batik asli Indonesia. Ikuti juga kontes foto dan video #BatikItuAsyik dengan mengenakan batik atau kain tradisional bermotif khas daerah. Periode kontes akan berlangsung 2 - 16 Oktober 2020. Pemenang akan mendapatkan tiga signature batik eksklusif dan 10 hadiah menarik. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi tautan ini.

 CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini