JAKARTA - Kampanye secara virtual menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ketika melakukan sosialisasi dalam rangka proses penyelenggaraan Pilkada 2020. Hal itu dikarenakan karena masalah akses internet yang belum memadai atau merata di masing-masing daerah.
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Parmas dan SDM KPU Provinsi Kalteng Eko Wahyu Sukistyobudi mengatakan, permasalahan koneksi internet terutama terjadi di daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat keramaian.
"Memang kalau untuk wilatah Kalteng ini sebagain wilayah masih ada yang belum mempunyai jaringan, khususnya untuk bisa menggunakan internet atau medsos. Ini menjadi kendala tersendiri bagi Penyelenggara Pemilu," katanya dalam Webinar Leader Talk iNews bertajuk "Pilkada Kalimantan Tengah: Problematika dan Solusi", Kamis (7/10/2020).
Untuk menjamin kesamarataan, kata Eko, KPU daerah beserta Bawaslu berupaya tetap melakukan sosialisasi dengan tahapan tatap muka. Menurutnya, dalam melakukan oroses sosialisasi protokol kesehatan tetap menjadi acuan utama.
"Kita juga memberikan informasi kepada masyarakat bahwa memang Covid-19 ini berbahaya. Tetapi, apabila kita mengikuti dan melaksanakan setiap aktivitas sesuai protokol kesehatan dengan baik dan benar Insya Allah kesehatan kita akan terjaga," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga memiliki struktur organisasi yang berjenjang, mulai dari KPU Pusat di provinsi, Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) hingga Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di desa. Menurutnya, PPK dan PPS yang ada tingkat desa menjadi salah satu ujung tombak untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut.
"Kita itu berjenjang, petugas kita itu ada yang sampai tingkat desa atau kelurahan. Jadi ada KPU Pusat di provinsi, KPU di tingat Kabupaten/Kota ada PPK dan PPS di tingkat desanya. Nah PPK dan PPS ini lah yang jadi ujung tombak kita yang saat ini mencoba kita optimalkan dalam rangka memberikan informasi atau sosialisasi kepada masyarakat," ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam setiap kegiatan sosialisasi pentingnya kampanye kesehatan, mereka juga melibatkan beragam unsur. Salah satunya adalah mengajak tokoh masyarakat hingga tokoh agama untuk membantu proses tersebut.
"Setiap elemen coba kita rangkul kita ajak bersama-sama, bahkan ketika kita melaksanakan deklarasi damai pemilihan kemarin, kita coba mengajak elemen tersebut. Kita berharap suara mereka sangat didengar oleh jamaahnya, ataupun kelompok-kelompoknya. Kita coba optimallkan dalam rangka memberikan informasi dan edukasi," ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.