Anwar Ibrahim Akan Temui Raja untuk Ambil Alih Pemerintahan Malaysia

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 18 2290885 anwar-ibrahim-akan-temui-raja-untuk-ambil-alih-pemerintahan-malaysia-DIIwgnKVa3.jpg Anwar Ibrahim. (Foto: Twitter)

KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (8/10/2020) mengatakan akan menemui Raja Malaysia pekan depan untuk membuktikan dirinya mendapat dukungan mayoritas parlemen guna mengambil alih jabat perdana menteri dari Muhyiddin Yassin.

Anwar mengatakan bahwa Sultan Abdullah telah setuju untuk bertemu dengannya pada Selasa (13/10/2020) pekan depan. Dalam pertemuan itu, Anwar akan menunjukkan dokumentasi "mayoritas yang kuat dan meyakinkan" dari anggota parlemen yang mendukung klaimnya atas jabatan perdana menteri.

BACA JUGA: Anwar Ibrahim Angkat Suara Usai Pelantikan PM Muhyiddin Yassin

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia karena telah mengizinkan saya bertemu pada Selasa, 13 Oktober 2020, Insya'Allah," kata Anwar dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Reuters.

Dua pekan lalu, Anwar menyatakan bahwa dia telah mengumpulkan mayoritas yang "kuat" di antara anggota parlemen federal untuk menggulingkan Muhyiddin. Langkah itu telah memicu drama politik baru di Negeri Jiran.

Anwar mengatakan dia meminta dukungan dari hampir dua pertiga dari 222 anggota parlemen, tanpa memberikan jumlah sebenarnya atau mengungkapkan siapa yang telah menjanjikan dukungan.

Istana nasional dan kantor perdana menteri tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang audiensi tersebut.

Perebutan kekuasaan di Malaysia telah berlangsung berlarut-larut dan memberi dampak besar, di saat negara itu menghadapi pandemi Covid-19.

Muhyiddin, yang koalisinya berusia tujuh bulan bertahan dengan mayoritas tipis, sebelumnya menolak klaim Anwar sebagai "tuduhan belaka" dan menyuruhnya untuk membuktikan mayoritas melalui proses konstitusional.

BACA JUGA: Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia, Buyar Sudah Mimpi Anwar Ibrahim

Muhyiddin berkuasa pada Maret setelah mengamankan mayoritas dengan dukungan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang dikalahkan dalam pemilu 2018.

Lawannya menuduhnya merebut kekuasaan dengan menggeser aliansi alih-alih mendapatkannya di kotak suara.

Raja memainkan peran seremonial di Malaysia tetapi dia bisa menunjuk perdana menteri yang menurutnya kemungkinan akan memimpin mayoritas di parlemen. Dia juga bisa membubarkan parlemen dan memicu pemilihan atas saran perdana menteri.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini