Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketua Relawan Covid-19 soal Demo UU Cipta Kerja: Jangan Sia-Siakan Kerja Kami

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2020 |15:22 WIB
Ketua Relawan Covid-19 soal Demo UU Cipta Kerja: Jangan Sia-Siakan Kerja Kami
Massa aksi UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020). (Foto : Okezone/Fakhrizal Fakhri)
A
A
A

JAKARTA – Aksi demonstrasi massa menentang Omnibus Law UU Cipta Kerja menjadi topik hangat sejak rapat paripurna DPR RI mengesahkan UU tersebut pada Senin (5/10/2020).

“Lepas dari persoalan pro kontra, lepas pula dari persoalan substansial yang ada dalam UU Cipta Kerja, saya melulu concern pada situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda bangsa kita,” ujar Ketua Tim Koordinator Relawan Satgas Covid-19, Andre Rahadian, di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Andre menambahkan, demonstrasi adalah salah satu wujud kehidupan berdemokrasi. Hak yang dijamin oleh pemerintah, tapi hak ini rentan disalahgunakan apalagi jika disertai sikap anarkis. Jargon yang diusung selalu fox populi fox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan.

Salah satu ciri yang khas adalah turunnya sejumlah orang, dari yang bilangan puluhan, ratusan, ribuan, bahkan lebih. Semakin masif aksi massa, semakin besar gaungnya. “Sebagian elemen “garis keras” bahkan ada yang beranggapan, ‘makin chaos makin baik’,” ujarnya.

Sebuah keniscayaan, selama turun ke jalan, koordinator aksi akan menyampaikan orasi melalui pelantang suara. Sedangkan, massa aksi akan menyambutnya dengan yel-yel. Makin lantang suara digaungkan, serta makin gemuruh sambutan massa, makin baik, dianggapnya.

“Melihat kondisi itu semua saya sungguh khawatir, tujuh bulan menggeluti bidang Relawan Covid-19 bersama banyak elemen masyarakat yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan Covid-19, membuat saya prihatin setiap melihat ada anggota masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Apalagi, saya menyaksikan aksi demo beberapa hari terakhir baik aparat maupun masa aksi banyak yang tidak memperhatikan protokol kesehatan," ujar Andre yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni UI (Iluni) itu.

Kondisi ini adalah ladang subur penyebaran Covid-19, utamanya melalui droplet. “Kami hanya dapat berdoa semoga semua demonstran dan aparat dalam keadaan imun tubuhnya baik. Jika ada yang lemah, saya pastikan akan sangat mudah terpapar Covid-19,” tutur Andre.

“Kami mengerti ada pesan yang harus disampaikan oleh peserta aksi, tapi tetap patuhi aturan yang sudah ditetapkan. Imbauan saya, tolong tetap memakai masker. Itu yang paling utama, jika menjaga jarak menjadi sesuatu yang sulit dihindarkan. Lebih baik lagi jika selalu sadar posisi dalam kerumunan untuk menjaga jarak,” ujar Andre.

Aparat harus jadi contoh

Sudah tujuh bulan ia dan teman-teman bergiat sebagai relawan Covid-19. Ada kalanya, para relawan membuat aksi yang tak kalah demonstratifnya, demi mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Kami mengawal pasien yang terpapar corona dengan armada ambulans. Ada kalanya, kami terhibur ketika mereka sembuh dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Tak jarang, kami ikut berduka ketika korban yang coba kami bantu, akhirnya meninggal dunia,” kata Andre.

Atas nama Ketua Tim Koordinator Relawan Satgas Covid-19, Andre menyerukan kepada aparat yang bertugas di lapangan untuk bisa menjadi contoh bersama-sama mematuhi protokol kesehatan. Kadang kondisi lapangan mengharuskan dilakukannya penegakan hukum untuk menertibkan aksi, hal ini tetap harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga : Epidemiolog: Demonstrasi Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

“Terutama ketika melakukan aksi penangkapan terhadap para demonstran. Tolong, janganlah para demonstran ‘ditumpuk’, dikumpulkan berdesak-desakan. Ingat. Sekali lagi ingat! Virus corona belum hilang. Ia masih menjadi ancaman serius yang sewaktu-waktu bisa menyerang siapa saja yang abai terhadap protokol kesehatan. Kita tidak ingin, habis demi terpapar corona,” ujar Andre.

Relawan siap bekerjasama dengan aparat untuk melakukan pengetesan massal terhadap masa aksi maupun aparat untuk menghindari terjadinya klaster baru di banyak daerah yang melakukan demonstrasi.

Baca Juga : IDI Khawatir Demo UU Cipta Kerja Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement