Taliban Nyatakan Dukung Trump Menangi Pilpres AS

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 12 Oktober 2020 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 18 2292326 taliban-nyatakan-dukung-trump-menangi-pilpres-as-6hwwAHHMfC.jpeg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram)

KELOMPOK militan Taliban di Afghanistan secara tidak diduga-duga mendukung Donald Trump untuk terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) dalam pemilihan November. Dukungan itu disampaikan oleh juru bicara Taliban dalam sebuah wawancara di televisi.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Sabtu (10/10/2020), Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa kelompok itu "berharap Trump akan memenangkan pemilihan ulang dan mengakhiri kehadiran militer AS di Afghanistan".

BACA JUGA: Keponakan Osama Bin Laden Dukung Trump untuk Menangi Pilpres AS

"Kami berharap dia (Trump) akan memenangkan pemilihan dan mengakhiri kehadiran militer AS di Afghanistan," kata Zabihullah Mujahid kepada CBS News, yang langsung menimbulkan kegemparan di media sosial.

Warganet mengungkapkan keterkejutannya atas komentar tersebut, ada yang terang-terangan marah dan menolak, ada yang menanggapinya dengan meme dan bercanda, ada juga yang menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Trump dengan berbagai kontroversi yang muncul belakangan ini.

Dari kubu Trump sendiri, Juru Bicara Tim Murtaugh menyatakan bahwa kampanye petahana itu menolak dukungan dari Taliban.

"Kami menolak dukungan mereka dan Taliban harus tahu bahwa presiden akan selalu melindungi kepentingan Amerika dengan cara apa pun yang diperlukan, tidak seperti Joe Biden yang menentang pembunuhan Osama bin Laden dan Qasem Soleimani," kata Murtaugh sebagaimana dilansir Sputnik.

Dukungan Taliban untuk Trump itu disampaikan di tengah janji sang presiden untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan. Dalam cuitan di Twitter pekan lalu Trump mengatakan bahwa dia ingin pasukan AS di negara Asia Selatan itu untuk dipulangkan sebelum Natal.

BACA JUGA: Trump Ingin Tarik Semua Pasukan AS dari Afghanistan Sebelum Natal

Juru bicara Taliban menyambut baik gagasan itu, mengulangi komitmen kelompok teroris tersebut terhadap perjanjiannya dengan AS, dan menyuarakan harapan untuk "hubungan baik dan positif" dengan semua negara, termasuk Amerika, di masa depan.

Pada Februari, AS dan Taliban menyetujui kesepakatan damai tentatif di Qatar, dengan Washington bersumpah untuk menarik pasukannya dari Afghanistan dan kelompok teror berjanji untuk mencegah negara itu menjadi surga bagi terorisme.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini