Amerika Serikat mengumumkan pengunduran dirinya dari Dewan HAM PBB pada Juni 2018, sebagian karena Washington menganggap badan itu forum kemunafikan HAM dan anti-Israel.
China terpilih kembali setelah memenangkan 139 suara, 30 persen lebih sedikit dari yang diperolehnya pada 2016.
BACA JUGA: Indonesia Menyayangkan Keluarnya AS dari Dewan HAM PBB
“Ini mencerminkan konsensus internasional yang makin berkembang bahwa serangan brutal China terhadap HAM tidak dapat, dan tidak boleh, dibiarkan,” kata Pema Doma dari kelompok HAM Students for a Free Tibet dalam sebuah pernyataan yang disampaikan lewat e-mail sebagaimana dilansir VOA.
Organisasi Human Rights Watch mengungkapkan bahwa ada seruan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 26 Juni dari 50 pakar PBB agar badan dunia itu mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi kebebasan fundamental di China. Seruan serupa juga disampaikan lebih dari 400 kelompok masyarakat madani di lebih dari 60 negara.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.