Nenek 60 Tahun Tewas Terjepit Kapal di Pelabuhan Merak

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 16 Oktober 2020 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 340 2294981 nenek-60-tahun-tewas-terjepit-kapal-di-pelabuhan-merak-fMwAy6fMwO.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

CILEGON - Diduga karena terpeleset, seorang nenek berusia 60 tahun penumpang kapal terperosok di Lintasan Gangway Dermaga III Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (16/10/2020). Sang nenek sempat terjepit di tempat tersebut lalu kemudian tercebur ke laut saat kapal bergeser.

Kabag Ops Polres Cilegon, Kompol Bambang Supeno mengatakan, dalam rekaman CCTV di dalam kapal Ferry Raja Rakata tampak seorang nenek berusia lanjut tengah melintas area gangway untuk masuk ke dalam kapal yang akan membawanya ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Namun tiba – tiba jembatan yang digunakan untuk melintas itu terangkat, dan membuat seorang nenek ini terperosok dan tubuhnya sempat terjepit di badan kapal.

Mengetahui hal ini kapten kapal sempat menggeser kapan agar tubuh nenek tersebut bisa dievakuasi. Namun setelah kapal bergeser tubuh renta tersebut justru jatuh ke laut. Petugas yang bekerja di dermaga III Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten langsung terjun ke laut untuk mengevakuasi korban.

“Diduga terjatuhnya korban ke gangway tersebut akibat gelombang laut yang membuat jembatan bergerak-gerak hingga korban kehilangan keseimbangan tubuh hingga akhirnya terjatuh,” kata Kabag Ops Polres Cilegon Kompol Bambang Supeno.

 Mayat

Peristiwa ini membuat para penumpang panik dan heboh. Informasi awal dari pemeriksaan polisi diduga jembatan perlintasan itu terangkat akibat gelombang laut yang tinggi sehingga membuat kapal menjadi oleng dan tidak stabil saat bersandar di dermaga III tersebut.

“Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian, dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara,” timpalnya.

Sementara itu, Jasmin keluarga korban yang berada di kampung halamanya di Sobang, Panimbang, Banten mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut. Namun karena tidak memiliki biaya mereka tidak bisa menjemput jenazah untuk kemudian dimakamkan.

“Saya berharap pihak rumah sakit mau mengirimkan jasad korban ke keluarga secepatnya,” kata Jasmin.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini