Ribuan Berdemonstrasi di Prancis, Peringati Guru yang Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 18 2295919 ribuan-berdemonstrasi-di-prancis-peringati-guru-yang-dipenggal-karena-kartun-nabi-muhammad-3YQbw1Vi07.jpg Foto: Twitter.

PARIS - Ribuan orang menghadiri demonstrasi di seluruh Prancis pada Minggu (18/10/2020) untuk menghormati Samuel Paty, guru yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Orang-orang berkumpul di Place de la République di Paris mengusung slogan "Je suis enseignant" (Saya seorang guru), dengan PM Jean Castex berkata: "Kami adalah Prancis!”, demikian diwartakan BBC.

BACA JUGA: Guru Dipenggal Muridnya karena Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad

Selain di Paris, demonstrasi juga berlangsung di kota-kota lainnya di Prancis.

Di Lille, orang-orang membawa spanduk dan plakat bertuliskan "Saya Samuel". Ribuan orang juga berkumpul di Place Bellecour di Lyon untuk memberikan penghormatan, dengan jumlah pemilih besar lainnya di Nantes.

Demonstrasi juga diadakan di Toulouse, Strasbourg, Marseille, Bordeaux, dan tempat lain.

Selain demonstrasi Minggu, akan ada penghormatan nasional yang dibayarkan kepada Samuel Paty pada Rabu (21/10/2020).

Pada Jumat (16/10/2020) seorang pria bernama Abdoulakh A ditembak mati oleh polisi setelah membunuh Paty di dekat sekolahnya dekat Paris. Hingga kini polisi telah menahan 11 orang sebagai bagian dari penyelidikan.

BACA JUGA: 9 Orang Ditahan Terkait Pemenggalan Guru karena Kartun Nabi Muhammad di Prancis

Tidak ada rincian yang diberikan tentang penangkapan itu. Empat kerabat dekat tersangka ditahan tak lama setelah pembunuhan itu. Enam orang lagi ditahan pada Sabtu (17/10/2020), termasuk ayah dari seorang murid di sekolah dan seorang pengkhotbah yang digambarkan oleh media Prancis sebagai seorang Islamis radikal.

Presiden Emmanuel Macron mengatakan serangan itu mengandung semua ciri "serangan teroris Islam" dan gurunya telah dibunuh karena dia "mengajarkan kebebasan berekspresi".

Pembunuhan itu terjadi saat persidangan atas serangan 2015 terhadap Charlie Hebdo, majalah satir yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad, sedang berlangsung.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini