JAKARTA - Debat final antara Donald Trump dan Joe Biden digelar Kamis (22/10/2020) waktu Amerika timur. Ini akan menjadi pertemuan langsung mereka yang terakhir sebelum pemilihan presiden pada 3 November.
Kedua kandidat, sama-sama berusia 70-an, berulang kali saling selak untuk berbicara dalam debat pertama akhir September. Trump tercatat lebih banyak menyela pembicaraan Biden dalam acara sedikit lebih dari 90 menit itu. Beberapa pakar politik menilai acara itu sebagai debat terburuk calon presiden (capres).
Guna menghindari apa yang terjadi dalam debat pertama, Komisi independen untuk Debat Capres, akan membungkam mikrofon capres yang tidak mendapat giliran bicara selagi capres lain berbicara selama dua menit untuk menjawab pertanyaan moderator Kristen Welker dari stasiun televisi NBC News. Welker berencana mengajukan pertanyaan terkait enam isu terkini.
Dengan memungkinkan salah satu capres itu berbicara dua menit dalam setiap kesempatan yang diberikan untuk menjawab pertanyaan, komisi debat berharap pemilih - yang mengklaim belum memutuskan pilihan - akan mendengar lebih jelas apa yang menjadi visi masing-masing capres dalam memimpin negara itu bila kelak terpilih dan dilantik pada 20 Januari nanti.
Setelah masing-masing mendapat giliran dua menit bicara, semua mikrofon akan difungsikan kembali. Pada saat itulah keduanya bisa saling melontarkan rangkaian ejekan, celaan, dan komentar pedas, termasuk bicara tumpang tindih yang membuat penonton terkadang sulit mengikuti apa yang mereka sampaikan.