Biden: AS Akan Masuki "Musim Dingin yang Gelap"

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 23 Oktober 2020 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 18 2298219 biden-as-akan-masuki-musim-dingin-yang-gelap-WHv8V5UTgS.jpg Foto: C-SPAN.

NASHVILLE – Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden mengatakan AS akan menghadapi “musim dingin yang gelap” karena pandemi Covid-19 dan menyebut petahana Presiden Donald Trump tidak punya rencana untuk mencegahnya.

Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi lonjakan dalam kasus dan kematian akibat pandemi Covid-19, dengan pertambahan hingga 70.000 kasus dan sekira 1.000 kematian per hari. Negeri Paman Sam saat ini memiliki hampir 8, 5 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 220.000 kematian akibat penyakit tersebut.

BACA JUGA: Bicara Soal Pandemi, Trump: Lonjakan Covid-19 Akan Segera Hilang

Dengan semakin dekatnya musim dingin, banyak ahli khawatir akan ada peningkatan kasus Covid-19 lebih jauh di negara di belahan bumi barat, termasuk AS.

“Kita akan memasuki musim dingin yang gelap, dan dia (Trump) tidak punya rencana jelas dan tidak punya prospek akan adanya vaksin yang tersedia bagi sebagian besar warga Amerika sebelum pertengahan tahun depan,” kata Biden dalam debat calon presiden terakhir di Nashville, Tennessee, Kamis (22/10/2020) malam.

Trump membela penanganan pandemi oleh pemerintahannya, mengatakan bahwa mereka terus mempelajari dan meneliti untuk mengerti penyakit tersebut. Namun, dia juga menekankan perlunya AS untuk membuka kembali perekonomian, dan menyerang penanganan pandemi flu babi oleh pemerintahan sebelumnya, di mana Biden menjabat sebagai wakil presiden.

BACA JUGA: Trump dan Biden Akan Berhadapan dalam Debat Terakhir di Tennessee

“Jujur saja, dia (Biden) menangani (pandemi) H1N1, flu babi, yang jauh lebih tidak mematikan, tapi itu adalah bencana total. Jika (pandemi flu babi) memiliki angka ini, 700 ribu sudah meninggal sekarang, tetapi itu adalah penyakit yang jauh lebih tidak mematikan,” ujar Trump.

Meski ada aturan untuk mematikan mikrofon, kedua kandidat tetap saling menyela dan melontarkan ejekan satu sama lain, terlepas dari upaya moderator menjaga debat tetap tertib.

Selain penanganan pandemi Covid-19, beberapa isu lain yang juga menjadi topik dalam debat final ini adalah terkait kebijakan imigrasi, campur tangan asing dalam pilpres, isu Korea Utara, sistem kesehatan, dan mengenai perubahan iklim.

Debat ini adalah konfrontasi langsung terakhir kedua capres sebelum pemilihan presiden 3 November. Lebih dari 43 juta warga AS telah memberikan suara mereka dalam pemilihan umum kali ini, baik melalui pos atau datang langsung ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilu awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini