Pria yang Jatuh di Fly Over Kelok Sembilan Diduga Bunuh Diri

Rus Akbar, Okezone · Senin 26 Oktober 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 340 2299594 pria-yang-jatuh-di-fly-over-kelok-sembilan-diduga-bunuh-diri-GcEX1wJC6g.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

LIMAPULUHKOTA - Pria yang jatuh di fly over kelok sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat akhirnya dia ketahui bernama Rafsanjani Ramadhan (25), korban ini merupakan warga Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman dan ditemukan meninggal dunia oleh tim Basarnas di dalam jurang setelah diduga menjatuhkan diri dari atas jembatan kelok sembilan.

Awal korban yang ditemukan tewas dalam jurang tersebut diduga terpeleset saat swafoto, namun setelah polisi melakukan penyelidikan baik dari keluarga korban maupun dari saksi mata, Rafsanjani ini meninggal bunuh diri akibat depresi.

“Untuk dugaan kuat sementara korban ini melakukan aksi bunuh diri,” ungkap Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Nofrizal Chan, Senin (26/10/2020)

Kata Nofrizal, dari keterangan saksi di TKP, korban ini awalnya mendatangi sebuah warung di kawasan jembatan Kelok Sembilan tersebut untuk membeli rokok dan sempat pula berbincang-bincang dengan saksi dikawasan tersebut.

“Kata saksi korban ini seorang mahasiswa, kemudian masih keterangan saksi, setelah ngobrol sama saksi lalu korban pergi sambil memukul-mukul kepalanya, lalu korban duduk di pembatas jembatan kelok sembilan,” terang Kasat Reskrim.

Kemudian ketika saksi melihat korban, tidak ada lagi di pembatas jembatan tersebut, karena penasaran saksi melihat tempat korban duduk tadi namun tidak ada.

“Lalu saksi melihat kebawa jurang dan disana ada manusia yang sudah tergeletak, melihat kondisi itu saksi melaporkan kejadian tersebut kepada petugas setempat,” terang Nofrizal.

Baca Juga: Diduga Swafoto di Atas Flyover, Pemuda Tewas Terjatuh

Tim Basarnas datang dan mengevakuasi korban malam tadi dan langsung jasad korban dibawa ke RSUD Adnan WD Kota Payakumbuh malam tadi. “Kejadian ini kemarin sekira pukul 18.00 WIB dan baru bisa dievakuasi pada pukul 20.15 WIB. Sebelumnya kita juga mendapat laporan kehilangan dari keluarga korban yang mengaku hilang kontak sejak Jumat, 23 Oktober 2020,” kata Novrizal

Dari korban polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 1.638.00 dan tas samping tempat korban menyimpan uang. Kemudian dari keterangan keluarga korban, Rafsanjani diduga frustasi dan mengalami depresi karena usahanya mengalami kerugian dan pecah kongsi.

“Dugaan bunuh diri itu adalah dugaan awal dulu kita masih melakukan penyelidikan. Yang jelas dari keterangan keluarga dua hari sebelum kejadian, korban hilang kontak dengan kakak iparnya. Dia hanya sempat berkata ingin pergi ke Padang Pariaman dari Siak, Riau dengan bus travel," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini